Internet

Kembali Terjadi, Driver Ojol Jogja Kena Order Fiktif

Lagi-lagi customer dengan nama Ririn membuat order fiktif yang meresahkan driver ojol.

Agung Pratnyawan

Ilustrasu Kisah Viral Driver Ojol. (Ilustrasi HiTekno.com)
Ilustrasu Kisah Viral Driver Ojol. (Ilustrasi HiTekno.com)

Hitekno.com - Di masa sulit seperti sekarang, masih ada pengemudi ojek online atau driver ojol yang kena order fiktif. Kali ini kembali menimpa seorang driver ojol Jogja.

Customer usil masih saja ada yang mencoba mengganggu driver ojol yang sudah susah payak mencari nafkah dengan order fiktif yang meresahkan. 

Order fiktif masih jadi momok tersendiri driver ojol di Indonesia. Hal ini membuat resah para driver ojol, terlebih saat ini pandemi membuat semua pihak merasakan sulitnya mencari pemasukan.

Baru-baru ini, tersebar isu adanya order fiktif di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Uniknya, customer order fiktif tersebut selalu menggunakan nama yang sama yaitu Ririn.

Salah satu korban, driver ojol Jogja dengan akun Facebook Dipha Mansyah Pomo menyampaikan keresahannya di Grup facebook Gojek Seputar Jogja.

Ilustrasi driver Ojol. (Suara.com/Ema Rohimah)
Ilustrasi driver Ojol. (Suara.com/Ema Rohimah)

 

"Kapusaan. kapusaaan Lur. Sinau dinggo liane yo lur. Sak cupet-cupet e ora entuk order, kahanan sepi tetep ati-ati lan waspada yo lur, ojo koyo aku (Pelajaran buat yang lain. Sesulit-sulitnya sepi orderan, harus hati-hati, jangan sampai kayak saya)," tulisnya dalam unggahan Rabu (17/6/2020).

Ia juga menuliskan kronologi kejadian, berawal dari adanya order dari customer atas nama Ririn yang meminta Top Up Bukalapak sebesar Rp 100 ribu. Namun, ternyata setelah sampai lokasi customer, ia justru tidak bisa ditemui alias tidak ada di lokasi tersebut.

"Jam 12 dapat order atas nama RIRIN. biasane ki ratau tak gagas sg tuku-tuku ngene lha kok dino iki lagi kacau banget pirang-pirang dino sepi bangeeet sedino gur entuk order 1 maksimal 3 poin, mumet pikire dinggo bayar angsuran motor lur. Lha kok hari ini saking mumete ora kepikiran nek kui fiktif lur. Podo crito lawas lur bareng ditukokke, ditekani tujuan e malah alamat e ora ono ngilaang," ujarnya lagi.

Ia bahkan mengaku harus membayar Rp 100 ribu kepada teman sesama driver ojol lantaran ia meminjam uang kepada temannya tersebut untuk membeli voucher order fiktif itu.

"Cari 30 aja berat, malah ketipu 100 ribu lur .. semoga yang onbid hati-hati dan waspada," ujarnya.

(Facebook/Dipha Mansyah Pomo)
(Facebook/Dipha Mansyah Pomo)

 

Berdasarkan penelusuran Suarajogja.id, sebelumnya ada driver ojol di grup yang sama mengaku tertipu dari customer atas nama Ririn pula.

"Mau bengi wes Ono seng keno mas , sak Niki jenengan kog yho Melu keno , nek ora Ono seng nglaporke paleng yho tetep Jeh Ono seng keno wae mas (Semalam sudah ada yang kena mas, sekarang kok sampean ikut kena. Kalo gak ada yang melaporkan bakal tetp ada yang kena lagi mas)," tulis Kaeng Mieft Al Adha.

Itulah kisah driver ojol Jogja yang kena order fiktif dari customer bernama Ririn. Lagi-lagi kejadian ini meresahkan para pengemudi ojek online. (SuaraJogja.id/ M Nurhadi).

Berita Terkait