Internet

Alami Lonjakan Besar, Zoom Rekrut 500 Insinyur Software

Zoom tengah melihat lonjakan besar pada platform video call milikya.

Dinar Surya Oktarini

Aplikasi Zoom. (Zoom.us)
Aplikasi Zoom. (Zoom.us)

Hitekno.com - Zoom Video Communication Inc (ZM.O) mengatakan jika pihaknya berencana akan memperkerjakan 500 insinyur software untuk penelitian dan pengembangan di Phoenix dan Pittsburgh selama dua tahun kedepan.

Dilansir dari laman Mercury News, perusahaan konferensi video yang berbasis di San Jose, California mengatakan bahwa mereka tengah melihat lonjakan besar pada platform video call milikya.

Pasalnya di tengah pandemi yang mengharuskan banyak orang untuk berdiam diri di rumah dan hanya dapat terhubung melalui via video call.

Perusahaan Zoom sendiri mengatakan bahwa bulan lalu platform yang kini tengah populer memiliki sekitar 300 juta peserta rapat harian, yang berarti naik dari 10 juta pada bulann Desember 2019 lali.

Namun di tengah perjalanannya, Zoom terganjal dengan masalah privasi dan keamanan yang menyebabkan platform ini menghentikan pengembangan fitur baru selama 90 hari untuk mengatasi masalah tersebut.

Ilustrasi aplikasi Zoom. (Zoom)
Ilustrasi aplikasi Zoom. (Zoom)

 

Hal inilah yang membuat perusahaan tersebut terdorong untuk mencari vendor cloud computing tambahan, Oracle Corp untuk membantu menangani volume.

Markas Zoom untuk tenaga teknis sendiri terbagi menjadi dua, yaitu di San Jose dan Cina.

Kelly Steckelberg, kepala perwakilan dari Zoom mengatakan bahwa perusahaan tengah mencari kantor di dekat Arizona State University dan Carnegie Mellon University untuk merekrut pegawai teknik software.

Ia mengatakan perekrutan akan segera dimulai dan karyawan baru bisa bekerja dari rumah hingga setidaknya bulan September nanti.

Sebanyak hampir dua lusin insinyur software telah mendaftar ke Zoom dari Keybase, sebuah perusahaan enkripsi yang diakuisisi Zoom.

Lokasi kaantor Zoom yang baru untuk insinyur software tersebut akan memberikan kemudahan untuk merekrut karyawan yang ragu untuk pindah ke Lembah Silikon karena biaya hidup yang tinggi.

Berita Terkait