Internet

Pocong Jaga Gerbang Gerbang Jadi Sorotan Media Asing, Go Internasional

Berita mengenai "penggunaan jasa" pocong untuk menekan angka keluyuran selama lockdown menjadi sorotan salah satu stasiun TV di Korea Selatan.

Agung Pratnyawan

Pocong goes to Korea Selatan. [Twitter]
Pocong goes to Korea Selatan. [Twitter]

Hitekno.com - Sempat viral di media sosial, dua orang berdandan menyerupai pocong jaga gerbang desa agar warga tetap di rumah. Aksi dua pocong ini pun jadi sorotan media asing.

Diketahui, dua warga berdandan balutan kain putih menyerupai pocong ini ditempatkan di Gerbang Desa Kesongo, Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dua pocong tersebut berjaga untuk menakut-nakuti warga yang masih keluar malam dan menolak menaati peraturan untuk tetap di rumah, dan menjaga jarak fisik atau social distancing, demi mencegah penyebaran virus Corona.

Selang beberapa hari, berita mengenai "penggunaan jasa" pocong untuk menekan angka keluyuran selama lockdown yang dilakukan sejumlah desa di Sukoharjo, itu pun menjadi sorotan media asing, salah satunya stasiun TV di Korea Selatan.

Dibagikan oleh akun Twitter @realrkzminho pada 1 April, pemilik akun mengunggah potongan video berita yang tayang di stasiun TV MBC dengan durasi 47 detik.

Pada video tersebut terlihat seorang pembawa berita perempuan tengah menjelaskan video yang ditayangkan pada layar di belakangnya.

Video tersebut menayangkan suasana malam hari di Indonesia yang kemungkinan terekam dari CCTV. Beberapa orang terlihat berjalan di jalan yang minim pencahayaan.

Pocong goes to Korea Selatan. [Twitter]
Pocong goes to Korea Selatan. [Twitter]

 

Detik selanjutnya menampilkan sosok pocong yang tentunya adalah manusia sungguhan bersembunyi di balik pohon. Saat salah satu orang menyadari kehadiran pocong tersebut, mereka langsung lari ketakutan.

Stasiun TV MBC ini pun juga menampilkan foto viral yang telah disebutkan sebelumnya. Video tersebut juga memperlihatkan beberapa orang yang berjalan dan dikagetkan dengan kemunculan pocong yang melompat dari atas atap rumah tak terpakai.

Alhasil, kemunculan pocong yang secara tiba-tiba itu membuat orang-orang yang lewat langsung melarikan diri.

"Hantu pocong," ucap sang pembawa berita saat membaca judulnya. "Suatu malam, terlihat anak-anak yang berjalan melewati jalanan yang gelap. Tapi di sebelahnya, tiba-tiba muncul berwarna putih tanpa muka. Anak-anak tersebut langsung buru-buru melarikan diri setelah melihatnya. Di tengah pandemi Corona di Indonesia, hantu tradisional pocong berjaga di gerbang desa dan menghalangi warga untuk keluar rumah."

Adapun judul yang tertera selama berita itu ditayangkan adalah "Kemunculan hantu Indonesia di masa COVID-19" dan "Untuk mencegah penyebaran virus, pocong berjaga".

Pocong goes to Korea Selatan. [Twitter]
Pocong goes to Korea Selatan. [Twitter]

"Pocong adalah hantu Indonesia berbentuk jasad yang dibalut kain berdasarkan pemakaman secara Islam. Alasan pocong berkeliaran untuk melindungi desa adalah karena orang-orang lebih takut pada pocong daripada tertular virus Corona," tambah pembawa berita tersebut.

Unggahan yang telah ditonton sebanyak lebih dari 820 ribu penayangan dan dibagikan sebanyak lebih dari 35 ribu kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menuai beragam komentar dari warganet. Beberapa warganet bahkan tak menyangka stasiun TV Korea Selatan akan menyoroti hal ini.

"Cara orang Korea nyebut pocong dengan 'pocongie' jadi terdengar penuh kasih sayang dan agak lucu," tulis akun @melindaster.

"Pocong go international," komentar @Menik407.

"Pocong debut di Korea," tambah @windawim.

"Warga Indonesia mah nggak takut sama aturan pemerintah gara-gara Corona, takutnya sama yang berhubungan mistis kayak pocong," ungkap @gekadis.

"Ngakak disebutnya pocongie. Makin nggak ada harga diri lo, cong wkwk," cuit @pooororoo.

Sayang, akun @realrkzminho terkunci tetapi beberapa akun lain pun kembali memostingnya.

Itulah sosok pocong yang akhirnya jadi sorotan media asing di tengah himbauan menjaga jarak fisik atau social distancing, demi mencegah penyebaran virus Corona. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait