Internet

Curhat Netizen: Akibat Klitih, Banyak Wisatawan Takut ke Jogja

"(Klitih) Benar-benar mencoreng kearifan lokal Yogyakarta, perlu dibasmi," tulis netizen.

Agung Pratnyawan

Tiga pelaku penyerangan tanpa motif jelas atau klitih ditetapkan tersangka, Minggu (8/12/2019), setelah menyebabkan seorang korban, M Awan Saktiyananto, terluka berat di Jalan Balirejo, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (10/11/2019). - (SuaraJogja.id/ Baktora)
Tiga pelaku penyerangan tanpa motif jelas atau klitih ditetapkan tersangka, Minggu (8/12/2019), setelah menyebabkan seorang korban, M Awan Saktiyananto, terluka berat di Jalan Balirejo, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Minggu (10/11/2019). - (SuaraJogja.id/ Baktora)

Hitekno.com - Seorang netizen curhat akan aksi klitih yang marak di Jogja akhir-akhir ini. Dalam curhatan netizen ini, disebutkan kalau klitih bikin tulis atau wisatawan takut ke Jogja.

Saking ramainya, kisah curhat netizen ini menarik perhatian hingga akhirnya viral di Facebook dan media sosial lainnya.

Curhat netizen ini dipostingkan oleh akun Facebook  Prabu Azza ke Grup Facebook Info Cegatan Jogja.

"Saya seorang mahasiswa dari Kalimantan barat yang cari ilmu di Jogja, karena beredarnya kasus klitih di Jogja dan bahkan sampai terdengar di daerah lain menyebabkan hilangnya keasrian Yogyakarta, banyak turis lokal sekarang malah takut datang ke Jogja akibat kasus klitih yang merajalela," tulis Prabu Azza seperti dikutip HiTekno.com, Rabu (08/01).

"Padahal, Yogyakarta dulunya dikenal kota yang indah, asri, penduduknya yang sangat santun dengan menerapkan kehidupan Jawanya dan sekarang sedikit terkikis nilai-nilai tersebut karena ulah klithih," imbuhnya.

"Tidak hanya dari daerah saya yang sudah dengar kabar negatif mengenai klitih bahkan daerah-daerah lain juga sudah mengetahuinya melalui media internet dan berita yang tersebar secara luas dan cepat," lanjut Prabu Azza.

"Dan setelah saya melihat berbagai berita, ternyata pelaku klitih mayoritas masih pelajar bahkan di bawah umur antara SMP dan SMA (sederajat), sangat disayangkan sekali. Di mana di umur mereka yang masih tergolong sangat muda serta pola pikir mereka masih labil yang mudah dimasuki ajakan-ajakan negatif," sambungnya.

Curhatan netizen sebut klitih bikin wisatawan ragu ke Jogja. (Facebook/ Info Cegatan Jogja)
Curhatan netizen sebut klitih bikin wisatawan ragu ke Jogja. (Facebook/ Info Cegatan Jogja)

 

Ia pun berharap ke depannya Jogja bisa berbenah.

"Saya harap Jogja ke depannya lebih baik lagi dalam menanggulangi permasalahan ini. Kami pun sebagai mahasiswa yang numpang tinggal di Jogja Insya Allah selalu dan saling memeberikan edukasi terbaik dalam persahabatan dengan orang lokal Jogja," tulisnya.

"JOGJA TETAP ISTIMEWA APAPUN KEADAANNYA," pungkasnya.

Postingan ini pun mendapat respons dari pengguna netizen lainnya hingga viral di Facebook.

"Benar-benar mencoreng kearifan lokal Yogyakarta, perlu dibasmi, kayaknya aparat perlu edukasi dan himbauan-himbauan ke sekolah-sekolah," komentar Qonita Alfathunissa.

"Semoga bisa aman kembali seperti dulu," tulis Andre Gentar Alam Andreas.

Hingga berita ini ditulis, unggahan curhat turis takut ke Jogja karena klitih ini sudah mendapat lebih dari tiga ribu likes, seribu komentar, dan 26 dibagikan ulang. (Guideku.com/ Dany Garjito).

Berita Terkait