Internet

Digandeng GoPay, Musisi Jalanan Yogya Bisa Diapresiasi Gunakan Non Tunai

Musisi jalanan Yogyakarta kini bisa diapresiasi pengguna menggunakan GoPay sehingga makin praktis!

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Musisi jalanan Yogyakarta, Angklung Carehang, saat beraksi pada acara peluncuran QR Code GoPay khusus musisi jalanan. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)
Musisi jalanan Yogyakarta, Angklung Carehang, saat beraksi pada acara peluncuran QR Code GoPay khusus musisi jalanan. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

Hitekno.com - GoPay dan IMJ (Institut Musisi Jalanan) membuat terobosan baru khususnya buat penikmat musisi jalanan Yogyakarta. Hanya dengan menggunakan kode QR, kini pengguna bisa mengapresiasi musisi jalanan melalui GoPay.

Sebagai langkah awal, GoPay dan IMJ membagikan kode QR kepada 100 musisi jalanan Yogyakarta yang telah melewati proses seleksi dari IMJ.

IMJ sendiri merupakan komunitas musisi jalanan yang diinisiasi oleh aktivis sosial Andi Malewa sejak tahun 2014.

Dengan bergabung di IMJ, sejumlah musisi mendapatkan kesempatan bimbingan langsung dari musisi tanah air sekaligus dosen tetap IMJ, yakni Ridho Hafiedz (SLANK) dan Glenn Fredly.

"GoPay berupaya untuk terus konsisten merangkul dan memberdayakan lebih banyak lapisan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi pembayaran non tunai di berbagai bidang, termasuk untuk para musisi jalanan," kata Deviani Wulandari selaku Senior Manajer Consumer PR GoPay.

Nita Kartika Sari selaku SVP Consumer PR GoPay (tengah) dan Andi Malewa selaku pendiri IMJ (baju batik) saat acara peluncuran QR Gopay khusus musisi jalanan. (HiTekno)
Nita Kartika Sari selaku SVP Consumer PR GoPay (tengah) dan Andi Malewa selaku pendiri IMJ (baju batik) saat acara peluncuran QR Gopay khusus musisi jalanan. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Sebelum mendapatkan kode QR GoPay, musisi jalanan harus terlebih dahulu lulus mengikuti program standarisasi IMJ seperti persyaratan kesehatan (anti narkoba) dan menunjukkan kelakuan baik.

Selain mendapatkan kode QR GoPay, musisi jalanan yang telah lolos seleksi juga mendapatkan rekening tabungan bank.

Pada kehadiran GoPay dan IMJ di Yogyakarta ini, IMJ mengumpulkan berbagai ikon musisi Malioboro termasuk Terang Bulan, Astro Akustik dan Grup Angklung Carehang.

Perwakilan musisi jalanan setelah menerima penyerahan QR Code dari GoPay. (HiTekno/ Rezza Rachmanta)
Perwakilan musisi jalanan setelah menerima penyerahan QR Code dari GoPay. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Pendiri IMJ, Andi Malewa menjelaskan bahwa dirinya menyambut positif kerja sama dengan GoPay karena secara tidak langsung itu akan meningkatkan taraf hidup musisi jalanan.

"Selama hampir 6 tahun saya mendampingi perjalanan rekan-rekan musisi jalanan di Indonesia untuk mengeksplorasi bakar dan kemampuan musik mereka, saya melihat kerja sama dengan GoPay ini semakin menegaskan keyakinan saya bahwa jika mereka serius dalam bermusik maka musik dapat menjadi pilihan hidup yang menjanjikan," kata Andi Malewa.

Sebelumnya, kerja sama GoPay dengan musisi jalanan ini sudah terbentuk di Semarang dan Jabodetabek.

Nita Kartika Sari selaku SVP Consumer PR dari GoPay menjelaskan bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan meluncurkan program yang sama di Bandung. Mereka menargetkan semua kota besar di Indonesia mempunyai program seperti ini.

Contoh pemberian apresiasi nominal rupiah kepada musisi jalanan melalui GoPay. (HiTekno/ Rezza Rachmanta)
Contoh pemberian apresiasi nominal rupiah kepada musisi jalanan melalui GoPay. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Andi Malewa sangat mengapresiasi GoPay karena ketika diaplikasikan nanti, pengguna tidak memiliki "batas atas" transaksi.

Itu berarti pemberian apresiasi bisa dilakukan tak terbatas bahkan sampai Rp 1 juta jika saldo di GoPay mereka mencukupi.

Setelah bergabung dalam GoPay, perusahaan mengklaim bahwa penghasilan musisi jalanan di Jabodetabek naik sebesar 300 persen.

Dengan adanya transaksi non tunai melalui GoPay, wisawatawan dan penikmat musik jalanan tentunya sangat terbantu dalam memberikan apresiasi donasi kepada musisi jalanan karena tidak ada istilah "tidak ada kembalian" atau "uangnya terlalu besar" untuk diberikan.

Berita Terkait