Internet

Merasakan Kabut Asap dari Kalimantan, Netizen Malaysia Ramai Keluhkan Ini

Netizen Malaysia mengeluh setelah kabut asap kiriman dari Kalimantan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Asap Pekat di Sampit, Kalimantan Tengah. (Instagram/ agoez_bandz4)
Asap Pekat di Sampit, Kalimantan Tengah. (Instagram/ agoez_bandz4)

Hitekno.com - Tak hanya di beberapa daerah Kalimantan saja yang menderita kabut asap pekat, netizen Malaysia ramai menggaungkan keluhan mereka di media sosial hingga sebuah thread menjadi viral di Twitter.

Kebakaran hutan di Kalimantan membuat sebagian netizen yang tinggal di Sarawak, Malaysia, mengeluhkan kabut asap serta marah karena kualitas udara di sekitarnya begitu buruk.

Dikutip dari Suara, kebakaran hutan yang melanda Sampit, Kalimantan Tengah membuat asap pekat yang menurunkan jarak pandang pengguna kendaraan.

Teranyar, sebuah postingan yang dibagikan oleh akun Instagram @agoez_bandz4 menampakkan seorang pemotor yang terekam video menabrak pohon, karena asap yang begitu pekat.

Sebuah therad asal netizen Malaysia bernama @sunfloweraidil menjadi viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 11 Ribu Like dan 25 ribu Retweet.

Thread menujukkan kekesalan dari netizen Malaysia atas limpahan kabut asap dari Indonesia. (Twitter/ sunfloweraidil)
Thread menujukkan kekesalan dari netizen Malaysia atas limpahan kabut asap dari Indonesia. (Twitter/ sunfloweraidil)

 

Ia mengunggah status yang memancing netizen Malaysia lainnya dalam mengeluarkan keluhan menanggapi kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia.

"Petani membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit + pulp dengan metode pertanian tebas & bakar. Musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar & menjadi lebih berbahaya. Tidak ada yang alami. Ini adalah ketamakan," tulis @sunfloweraidil.

Netizen Malaysia tersebut juga membagikan tampilan dari NASA Worldview yang menampakkan kebakaran hutan di Kalimantan pada 5 September 2019.

Netizen mengeluhkan kualitas udara pada tanggal 9 September 2019 di Sarawak, Malaysia. (Twitter/ dahlianae1)
Netizen mengeluhkan kualitas udara pada tanggal 9 September 2019 di Sarawak, Malaysia. (Twitter/ dahlianae1)

 

Setelah ditelusuri di situs resmi NASA Worldview, memang terlihat asap yang begitu pekat mengalir di beberapa daerah terutama Kalimantan Tengah pada tanggal 5 hingga 7 September 2019.

Dikutip dari World of Buzz, pihak berwenang Malaysia telah memperingatkan bahwa Semenanjung Malaysia dan Sarawak Barat akan menderita kabut asap hingga musim hujan pada akhir September atau awal Oktober 2019.

Kementerian Sains, Teknologi, Inovasi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia akan berdiskusi kembali kepada Indonesia agar pemerintahannya mengambil tindakan untuk mengatasi masalah kabut asap.

Mereka juga menyoroti penemuan 6.312 titik api yang disampaikan oleh Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Indonesia, Agus Wibowo.

Tampilan kebakaran hutan di Kalimantan dilihat dari satelit NASA pada 05 September 2019. (NASA Worldview)
Tampilan kebakaran hutan di Kalimantan dilihat dari satelit NASA pada 05 September 2019. (NASA Worldview)

 

Beragam komentar datang dari netizen Malaysia menanggapi thread yang viral tersebut.

"Ya Tuhan, Indonesia melakukan pembakaran terbuka tahunan mereka," kata @dahlianae1.

"Saya tak akan membeli minyak kelapa sawit dari Indonesia sampai kapan pun jika situasinya masih seperti ini," balas @han_asoka.

Bahkan netizen Indonesia juga ikut berkomentar di dalam thread itu.

"Tolong pak @jokowi diurusin yang ini. Saya gak kebayang ngisep asap tiap hari..Di daerah saya yg tingkat polusi udh menengah aja udah bkin hasil medcheck paru" saya kabur gak karuan..Tolong pak..," kata @novellvella.

Sampai saat ini, thread yang viral di Twitter tersebut masih banyak mengundang netizen Malaysia untuk sama-sama mengeluhkan kiriman kabut asap dari kebakaran hutan pada beberapa wilayah di Kalimantan.

Berita Terkait