Internet

Platform Genius.com Menuduh Google Menyalin Lirik Lagunya

Genius.com sendiri sudah ada sejak 2009 dan mengklaim dirinya sebagai platform lirik lagu.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi kantor Google. (Pixabay/denvit)
Ilustrasi kantor Google. (Pixabay/denvit)

Hitekno.com - Beberapa tahun terakhir, Google memiliki fitur yang berisi lirik lagu apabila kamu sedang melakukan pencarian di mesin pencarian raksasa ini.

Google akan meletakan lirik tersebut di dalam kotak yang berisi liriknya.

Namun satu perusahaan yang merupakan spesialisasi dalam lirik lagu, Genius Media mengatakan bahwa Google telah menyalin lirik mereka selama bertahun-tahun untuk hasil pencariannya.

Genius.com sendiri sudah ada sejak 2009 dan mengklaim dirinya sebagai platform lirik lagu.

Sejak saat itu pula jenis musik mulai berkembang dan Genius menjadi tempat bagi penggemar musik untuk menambahkan keterangan dan mendiskusikan lagu favorit mereka.

Halaman pencarian google Indonesia. (Google)
Halaman pencarian google Indonesia. (Google)

 

Menurut The Wall Street Journal, Genius Media mengatakan bahwa Google telah menyalin liriknya.

Situs tersebut tengah mengajukan keluhan pada raksasa pencarian tersebut.

Dilansir dari The Verge, Kepala strategi Genius, Ben Gross mengatakan bahwa ''perusahaan telah berulang kali menunjukkan bukti yang tak terbantahkan keapada Google bahwa mereka menampilkan lirik yang disalin dari Genius Lyrics OneBox mereka dan Google perlu mengatasinya.''

Situs ini menggunakan trik yang rapi untuk mengetahui apakah liriknya benar-benar disalain dan dikirim ulang menggunakan serangkaian tanda kutip, lurus, dan melengkung dalam lirik yang dihostingnya untuk membentuk jenis tanda air.

Dalam pernyataan yang dikutip dari The Verge, juru bicara Google mengonfirmasi bahwa informasi dalam hasil pencarian dilisensikan dari berbagai sumber dan mengatakan bahwa perusahaan menyelidiki masalah ini dengan mitra data apabila nanti pihak Google menemukan bahwa mitra tidak menjunjung tinggi praktik yang baik, pihaknya akan mengakhiri perjanjian.

Keluhan Genius.com ini muncul saat Departemen Kehakiman Amerika Serikat dilaporkan telah merencanakan untuk melakukan penyelidikan antimonopoli terhadap Google untuk praktik bisnisnya.

Berita Terkait