Bersih-bersih, Facebook Hapus 3 Juta Akun Palsu dan 7 Juta Ujaran Kebencian

Facebook menghapus lebih dari 3 juta akun palsu selama periode Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019.

Agung Pratnyawan

Posted: Kamis, 06 Juni 2019 | 13:00 WIB
Ilustrasi Facebook. (Pexels)

Ilustrasi Facebook. (Pexels)

Hitekno.com - Facebook hapus 3 juta akun Palsu dan 7 juta ujaran kebencian. Sebua langkah besar yang dilakukan raja media sosial ini.

Facebook, seperti yang diwartakan BBC Jumat (24/5/2019), mengumumkan telah menghapus lebih dari 3 juta akun palsu selama periode Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019.

Menurut Facebook jumlah akun yang dihapus pada lima bulan kemarin itu adalah yang terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan media sosial terbesar di dunia tersebut. Selain itu, Facebook mengklaim telah menghapus tujuh juga konten berisi ujaran kebencian.

"Jumlah akun palsu yang kami tindak meningkat karena banyaknya serangan otomatis yang dilakukan oleh aktor-aktor jahat, yang berusaha membuat akun baru dalam jumlah besar di waktu bersamaan," kata Guy Rosen, wakil presiden Facebook bidang integritas layanan.

Rosen juga mengatakan bahwa sebagian besar akun palsu itu dibuat oleh para penyebar spam, yang berusaha untuk menghindari sistem deteksi Facebook.

Ilustrasi Facebook. (Pixabay/Simon)
Ilustrasi Facebook. (Pixabay/Simon)

Tetapi Facebook mengklaim sebagian besar akun palsu dihapus hanya beberapa menit setelah dibuat dan hal itu telah meminimalisasi risiko kerusakan dari akun-akun tersebut.

Facebook sendiri masih dalam sorotan beberapa waktu terakhir, terutama setelah layanannya digunakan oleh teroris kulit putih untuk menyiarkan video live pembantaian umat Islam di Selandia Baru.

Tak hanya itu, pendiri dan bekas pimpinan Facebook juga mengkritik media sosial tersebut yang dinilai lalai melindungi hak serta data pribadi pengguna. Facebook diketahui dimanfaatkan oleh Rusia untuk memengaruhi hasil pemilu Amerika Serikat pada 2016 lalu.

Baru-baru ini salah satu pendiri Facebook, Chris Hughes menganjurkan agar Facebook dipreteli karena sudah terlalu besar, sementara mantan petinggi bidang keamanan siber Facebook, Alex Stamos menilai CEO Mark Zuckerberg sudah tak layak memimpin perusahaan tersebut. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Baca Juga: Tertangkap, Buronan Ini Ungkap Lokasinya Sendiri Lewat Pesan di Facebook

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Pilih digital marketing agency terbaik 2026: 1. Arfadia (GEO Pioneer), 2. MEA Digital Marketing (Social Commerce), 3. Ca...

internet | 16:40 WIB

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 2324 Desember 2025....

internet | 14:44 WIB

Rencana pemerintah memberlakukan registrasi kartu SIM berbasis teknologi biometrik pengenalan wajah kembali memicu perde...

internet | 19:00 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik pengenalan wajah untuk pelanggan baru mulai 1 Janu...

internet | 16:45 WIB

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB