Internet

Ingin Penghitungan Suara, Fatwa Politik Ini Malah Kena Revisi Massal

Warganet malah iseng dan melakukan revisi pada beberapa kata dalam Fatwa Politik ini yang dirasa mengalami salah penulisan.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Pemilu 2019. (Hitekno.com/Dinar Surya Oktarini)
Pemilu 2019. (Hitekno.com/Dinar Surya Oktarini)

Hitekno.com - Gerakan Elaborasi Rektor, Akademis & Alumni Kampus Indonesia (GERAAK), telah mengeluarkan Fatwa Politik yang jadi viral di Twitter. Netizen banyak mengomentari Fatwa Politik dari GERAAK ini.

Bukannya disetujui, netizen yang super kreatif malah melakukan revisi massal untuk isi Fatwa Politik tersebut.

Fatwa Politik yang dibuat di Bandung ini ditujukan untuk pemerintah dan KPU terkait penghitungan suara Pemilu 2019 yang tengah berlangsung.

Berisi empat poin, Fatwa Politik dari GERAAAK ini meminta agar pihak KPU menghentikan proses penghitungan suara dan tidak mengumumkan hasil Pemilu 2019. Hal ini karena pihak GERAAAK menilai KPU telah gagal menjalankan tugas.

Beberapa poin lainnya juga meminta agar Presiden pasangan calon nomor urut 01 segera diberhentikan hingga dilantiknya Presiden yang baru.

Pembuat Fatwa Politik ini juga mengancam akan melaporkan pihak KPU ke Mahkamah Internasional jika isi fatwa ini tidak ditanggapi oleh pihak bersangkutan.

Fatwa Politik yang banyak revisi. (twitter/PolJokesID)
Fatwa Politik yang banyak revisi. (twitter/PolJokesID)

 

Cukup tegas dengan berbagai ancaman yang dibuat, masih belum diketahui apakah Fatwa Politik ini akan disetujui atau mungkin akan ditolak.

Namun, menjadi viral di Twitter, netizen malah iseng dan melakukan revisi pada beberapa kata dalam Fatwa Politik ini yang dirasa mengalami salah penulisan.

Revisi Fatwa Politik ini pertama kali diunggah oleh akun @PolJokesID di Twitter pada Jumat (10/5/2019) lalu.

Beberapa revisi Fatwa Politik yang coba diperbaiki antara lain mengenai penempatan tanda baca, pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia, penggunaan Bahasa Inggris di kalimat, hingga huruf kapital yang berada di tengah kalimat.

''Perhatikan PUEBI!! (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)'' tulis si pembuat revisi tegas, lengkap dengan tanda seru.

Entah sengaja atau tidak, jika dibaca sekilas, kamu tentu akan menemukan beberapa kesalahan penulisan dari Fatwa Politik yang dibuat GERAAAK ini.

Fatwa Politik yang banyak revisi. (twitter/PolJokesID)
Fatwa Politik yang banyak revisi. (twitter/PolJokesID)

 

Menjadi viral, banyak netizen yang lalu meninggalkan komentarnya dalam unggahan ini. Beberapa dibuat ngakak dengan revisi Fatwa Politik ini.

''Kalau direvisi dosen pembimbing saya dulu dan kyk gini pasti ditambah kata mutiara "mending saudara fokus cari uang buat bayar ukt semester depan, tidak ada harapan bisa selesai semester ini".'' tulis salah satu netizen.

''Maksud hati garang, taunya malah di revisi hahah..'' komentar netizen lainnya.

''Ini kalau dosen pembimbing saya dulu lihat yang model beginian pasti langsung dapat tanda silang besar..'' ungkap pengguna Twitter lainnya.

Hingga artikel ini dibuat, masih belum diketahui nasib akhir dari Fatwa Politik dari GERAAAK yang justru banyak mendapat revisi dari netizen ini. Ada yang mau ikut revisi Fatwa Politik ini?

Berita Terkait