Perangi Hoax, Kominfo Luncurkan Chatbot

Bagaimana cara mengakses Chatbot anti Hoax ini?

Agung Pratnyawan HiTekno.com

Posted: Sabtu, 13 April 2019 | 18:15 WIB
Perangi Hoax, Kominfo Luncurkan Chatbot

Perangi Hoax, Kominfo Luncurkan Chatbot

hitekno.com - Dalam rangka melawan Hoax, Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemkominfo) meluncurkan Chatbot Anti Hoax Layanan program komputer yang dihadirkan Kominfo ini digunakan untuk menjawab pertanyaan publik.

Terutama pertanyaan publik tentang informasi yang kebenarannya diragukan bisa ditanyakan ke chatbot Anti Hoax dari Kominfo ini.

Chatbot Anti Hoax dikembangkan Kominfo bersama Prosa, perusahaan rintisan pengembang natural language processing. Chatbot ini terhubung dengan aplikasi pesan instan Telegram melalui akun @chatbotantihoaks.

''Bisa tanya berdasarkan kata kunci atau copy artikelnya,'' kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A Pangerapan dalam peluncuran layanan aplikasi Chatbot Anti Hoax di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Klarifikasi Hoax yang nanti dijawab melalui chatbot berasal dari pangkalan data mesin AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo), Samuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Senin (25/3/2019). [Suara.com/Muhamad Yasir]
Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo), Samuel Abrijani Pangerapan di Jakarta, Senin (25/3/2019). [Suara.com/Muhamad Yasir]

Layanan chatbot ini nantinya juga bisa dipakai melalui aplikasi Whatsapp dan Line, namun Kominfo belum bisa memastikan kapan persisnya.

''Harapannya dalam waktu cepat, kalau bisa satu sampai dua minggu terwujud karena ini tinggal koordinasi teknis saja,'' ujar dia.

Layanan chatbot ini ditujukan khususnya untuk pengguna internet yang lebih sering mendapatkan informasi melalui layanan pesan singkat yang sumbernya berasal dari penerusan pesan (forward message).

CEO Prosa, Teguh Eko Budiarto, menambahkan perusahaan rintisan itu juga sedang mengembangkan layanan untuk verifikasi kebenaran foto, sehingga tidak terbatas pada teks.

''Inginnya tahun ini,'' kata dia.

Baca Juga: Menurut Kominfo, Inilah Tempat Prostitusi Online Banyak Dipasarkan

Sebelumnya, Kominfo sudah bekerjasama dengan Whatsapp untuk membatasi jumlah penerusan pesan (forward message) dari 20 kali menjadi lima kali, salah satu bagian dalam upaya memerangi Hoax.

Selain itu, Kominfo juga terus mengoptimalkan mesin AIS yang bekerja 24 jam dalam tujuh hari, serta didukung oleh 100 anggota tim verifikator. (Suara.com/ Liberty Jemadu)

×
Zoomed
Berita Terkini

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB

Local Media Community secara resmi telah menyusun aspirasi sekaligus masukan kepada pemerintah, khususnya kepada Dirjen ...

internet | 11:12 WIB

DTI Series 2026 resmi dibuka di JICC, Senayan, menandai dimulainya rangkaian konferensi dan pameran teknologi digital te...

internet | 18:28 WIB

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB