Kemkominfo dan BRTI Pantau Refund Bolt dan First Media

Kemkominfo dan BRTI membuka refund secara online maupun datang lansung ke gerai.

Agung Pratnyawan

Posted: Sabtu, 02 Februari 2019 | 21:30 WIB
Ilustrasi Bold sudah tidak beroperasi. (Bold.id)

Ilustrasi Bold sudah tidak beroperasi. (Bold.id)

Hitekno.com - Kelanjutan dari berhentinya operasional PT Internux (Bolt) dan PT First Media, Tbk., pengguna meminta apa yang jadi hak mereka. Pihak Bolt dan First Media pun bersedia mengembalikan pulsa dan kuota serta hak pelanggan.

Dalam rangka pengembalian pulsa dan kuota ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) melakukan pemantauan.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara telah memberikan putusan bahwa kedua operator harus mengakhiri penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz dan mengembalikan hak-hak pelanggan mereka.

Kemkominfo mengapresasi kedua operator yang memenuhi permintaan pemerintah untuk mengutamakan hak-hak pelanggan. (Dok: Kemkominfo)
Kemkominfo mengapresasi kedua operator yang memenuhi permintaan pemerintah untuk mengutamakan hak-hak pelanggan. (Dok: Kemkominfo)

Terkait putusan tersebut, kedua operator pun menyepakati bahwa hari terakhir pengembalian hak-hak pelanggan mereka jatuh pada hari Kamis (31/1/2019).

Berdadarkan hasil pantauan Kementerian Kominfo dan BRTI per Kamis (31/1/2019), pengembalian hak pelanggan atau refund telah selesai dilakukan untuk 11.766 pelanggan dengan nilai Rp 10.368.608.982. Kedua operator menyediakan pengembalian hak pelanggan melalui gerai dan online.

Dalam keterangan resminya pada Sabtu (2/2/2019), Kemkominfo mencatat proses refund melalui gerai dilakukan oleh 10.284 pelanggan dengan total pengembalian uang senilai Rp 8.959.481.491.

Adapun refund via online dilakukan oleh 1.482 pelanggan dengan total uang senilai Rp 1.409.127.491.

Karena Bolt dan First Media telah melakukan kewajibannya dengan baik, Kemkominfo mengapresasi kedua operator yang memenuhi permintaan pemerintah untuk mengutamakan hak-hak pelanggan. (Suara.com/Tivan Rahmat)

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 2324 Desember 2025....

internet | 14:44 WIB

Rencana pemerintah memberlakukan registrasi kartu SIM berbasis teknologi biometrik pengenalan wajah kembali memicu perde...

internet | 19:00 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik pengenalan wajah untuk pelanggan baru mulai 1 Janu...

internet | 16:45 WIB

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) m...

internet | 20:00 WIB