Internet

Rilis Fitur Baru, Google Maps Bungkam Teori Bumi Datar

Hayoo, gimana nih pendapat dari para flat earth theory?

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Update Google Maps. (Unsplash/Slava Bowman)
Update Google Maps. (Unsplash/Slava Bowman)

Hitekno.com - Si mesin pencari serba guna, Google baru saja merilis fitur terbaru untuk salah satu aplikasi unggulannya, Google Maps. Kabarnnya, fitur baru Google Maps ini sukses membungkam teori Bumi datar yang selama ini santer beredar.

Fitur baru milik Google Maps ini dapat membuat tampilan Bumi di aplikasi dapat berubah secara otomatis menjadi bulat saat pengguna melakukan zoom out.

Jika saat zoom out Bumi tersebut menjadi bulat, maka saat zoom in, bentuk peta Bumi akan kembali berbentuk datar seperti biasa.

Keputusan Google menghadirkan fitur ini rupanya malah membuat kecewa banyak orang. Terutama untuk mereka yang percaya dengan teori Bumi berbentuk datar.

Ilustrasi Google Maps. (pexels/Ingo Joseph)
Ilustrasi Google Maps. (pexels/Ingo Joseph)

Menurut penganut teori ini, fitur baru Google tidak sesuai dengan kepercayaan mereka tentang bentuk Bumi.

Teori Bumi datar yakin bahwa aplikasi proyeksi peta milik Google Maps ini tidak akurat dan tidak bisa dipercaya.

Dilansir dari CNET, Pete Svarrior selaku Social Medai Manager Flat Earth Society menyampaikan pendapatnya mengenai proyeksi Bumi berbentuk bulat milik Google.

''Dari sudut pandang Bumi datar, ini adalah perubahan dari proyeksi yang tidak akurat (Mercator) ke yang lainnya (Globe),'' ucapnya.

Entah percaya atau tidak, namun penganut Bumi datar percaya bahwa fitur baru Google ini hanya untuk kegiatan bisnis, dan sama sekali tidak berdasarkan kenyataan lapangan.

Ilustrasi planet bumi/Pixabay
Ilustrasi planet bumi. (Pixabay)

Lebih lanjut ia yakin bahwa Google hanya menuruti pandangan pengguna secara global yang percaya bahwa Bumi berbentuk bulat. Sehingga menjadi bisnis yang akan sangat menguntungkan pihak Google.

Padahal mengenai fitur barunya ini, Google mewakili Google Maps memiliki tujuan untuk mengatasi masalah pemetaan yang sering tidak akurat di wilayah tertentu dan sering dialami oleh aplikasi mereka.

Salah satu kasus pemetaan yang tidak akurat adalah luas Greenland yang dibuat terlihat sama dengan luas Afrika. Padahal Afrika memiliki luas yang lebih besar dibandingkan dengan Greenland.

Kalau menurut kamu gimana nih? Apa setuju dengan fitur baru Google yang sukses membantah teori Bumi datar ini?

Berita Terkait