Internet

Ezequiel Pereira, Penerima Hadiah Rp 500 juta dari Google

Ezequiel Pereira menemukan bug tersebut pada awal tahun ini dan langsung melaporkannya pada pihak Google.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Google/The Verge
Google/The Verge

Hitekno.com - Seorang remaja asal Uruguay, baru-baru ini berhasil mendapat hadiah uang sebesar 36 ribu dolar AS atau sekitar Rp 503 juta dari Google.

Remaja bernama Ezequiel Pereira yang berumur 17 tahun ini mendapat hadiah uang tunai karena berhasil menemukan celah keamanan di Google.

Hadiah yang diberikan ini merupakan bagian dari program Google Bug Bounty yang memberikan kesempatan pada masyarakat untuk menemukan bug yang bisa menimbulkan celah keamanan.

Ezequiel Pereira menemukan bug tersebut pada awal tahun ini dan langsung melaporkannya pada pihak Google.

Ezequiel Pereira/ABC News

(Ezequiel Pereira/ABC News)

Bug yang ditemukan remaja ini bernama Remote Command Execution di non-production environtments Google App Engine.

Penemuan Ezequiel ini dianggap sangat penting karena bug yang ia temui itu mampu mengubah sistem internal Google.

"Aku merasa sangat senang karena menemukan sesuatu yang sangat penting," ungkap Ezequiel Pereira.

Ini merupakan kedua kalinya Pereira mengikuti program pencarian bug dari Google ini.

Terhitung, ia sudah mengikuti tantangan ini sebanyak lima kali.

Pada Juni tahun lalu, Pereira juga menemukan sebuah bug berhadiah 10 ribu dolar AS atau Rp 139 juta.

Uang tersebut digunakan olehnya untuk mengajukan beasiswa di Amerika Serikat.

Sayangnya hingga kini belum ada universitas di Amerika Serikat yang menerima proposalnya.

Sejauh ini Pereira masih belajar teknik komputer di kampung halamannya di Montevideo.

Hadiah dari Google tahun ini adalah yang terbesar yang pernah Ezequiel dapatkan.

Pada awal menemukan bug, Pereira mendapat hadiah sebesar 500 dolar AS atau sekitar Rp 7 juta.

Menurutnya, menemukan bug adalah salah satu cara mudah mendapatkan uang sehingga ia tertantang untuk mencobanya terus.

Pereira mulai mendalami dunia pemrograman dimulai sejak usianya 11 tahun, setelah mendapat komputer pertamanya.

Uniknya, ilmu pemrograman ini tidak ia dapatkan dari sekolah, melainkan secara otodidak.

Beberapa bahasa pemrograman ia pelajari dari berbagai kontes koding yang ia ikuti.

Ezequiel Pereira mendorong teman-teman seusianya untuk mengikuti program serupa.

Program memburu bug ini dapat melatih keterampilan seseorang dalam bidang teknologi komputer.

Berkat kemampuannya ini, beberapa perusahaan teknologi dan video game menawarkan berbagai kesempatan untuk bekerja sama dengan Pereira agar bisa membantu mereka menemukan bug.

Tertarik mengikuti jejak Ezeqiel Pereira?

Hitekno.com/Amelia Prisilia

Berita Terkait