Games

5 Game yang Kena Blokir di Asia, Alasannya Aneh-Aneh

Lihat apa saja alasan game tersebut kena blokir, banyak yang di luar dugaan.

Agung Pratnyawan

Animal Crossing: New Horizons. (Nintendo)
Animal Crossing: New Horizons. (Nintendo)

Hitekno.com - Bukan sekali-dua kali ada pemblokiran game dilakukan negara. Bahkan ada beberapa game kena blokir di beberapa negara Asia dengan alasan yang unik.

Beberapa game dinilai kontroversial dan banyak pihak mempertanyakan kelegalan game tersebut di suatu negara.

Game berbau kekerasan seperti Mortal Kombat atau mengandungn unsur dewasa seperti Night Trap, sering menjadi pertanyaan apakah publik harus memainkan game ini.

Namun, ada beberapa game yang tampaknya sangat tidak berbahaya sehingga sulit untuk memahami mengapa mereka dilarang sejak awal.

Berikukt jajaran game yang dilarang dengan alasan kurang dipahami dan cenderung aneh, dilansir laman The Sun, Senin (1/8/2022):

1. Crash Bandicoot 2 - Jepang

Crash Bandicoot 2. [Crashbandicoot.fandom]
Crash Bandicoot 2. [Crashbandicoot.fandom]

Game Crash Bandicoot 2 dirilis di Jepang tetapi salah satu animasinya telah dihapus sebelum dirilis.

Animasi di mana Crash tergencet dan dia terlihat berjalan-jalan hanya sebagai kepala dan kaki diubah menjadi hanya tubuh yang rata.

Ini karena pada 1997, seorang anak dipenggal oleh orang lain dengan kepala ditinggalkan di luar sekolah untuk ditemukan orang.

Sejak saat itu, Jepang membuat aturan yang tidak menampilkan segala bentuk pemenggalan kepala di media.

2. Pokemon Go - Malaysia

Ilustrasi Pokemon Go. (YouTube/ Tech Crunch)
Ilustrasi Pokemon Go. (YouTube/ Tech Crunch)

Sementara beberapa negara telah melarang Pokemon Go karena kelemahan dalam keamanan game, bukan itu alasan mengapa kena blokir di Malaysia.

Alasan resmi larangan tersebut adalah karena game tersebut “mempromosikan pencarian kekuasaan”.

Tampaknya, orang-orang di Malaysia tidak diizinkan untuk mencoba menjadi yang terbaik, yang tidak pernah dilakukan siapa pun.

Larangan itu dicabut setelah reaksi di media sosial dan peningkatan keamanan perangkat lunak.

3. Danganronpa V3 - Korea Selatan

Danganronpa V3: Killing Harmony. (Steam)
Danganronpa V3: Killing Harmony. (Steam)

Dua game misteri pembunuhan berbasis sekolah menengah pertama keluar di Korea Selatan sehingga orang-orang bingung ketika yang ketiga dilarang.

Serial ini dikenal tidak banyak memperlihatkan darah, menggunakan darah merah muda neon dan gaya seni kartun.

Namun, sesaat sebelum permainan itu akan dirilis, seorang gadis remaja dinyatakan bersalah membunuh dan mencabik-cabik anak lain di kompleks apartemennya.

Tidak ingin mengingatkan publik tentang kejahatan itu, para pejabat melarang pembebasan itu karena kesamaan dalam pembunuhan.

4. Fallout 3 - India

Fallout 3. (Bethesda)
Fallout 3. (Bethesda)

Fallout 3 tidak lebih kejam dari game aksi rata-rata, tetapi gore bukanlah alasan mengapa game ini tidak dirilis di India.

Meskipun tidak dilarang oleh pemerintah, Microsoft memutuskan tidak merilis game tersebut karena salah satu hewan dalam game tersebut.

Brahmana adalah nama sapi berkepala dua mutan Fallout 3, yang bisa menyinggung perasaan orang India yang mencintai sapi.

Nama itu juga merupakan nama kasta Hindu, dan penamaan jenis sapi seperti itu bisa menjadi topik kontroversial.

5. Animal Crossing: New Horizon - China

Animal Crossing New Horizons. (Nintendo)
Animal Crossing New Horizons. (Nintendo)

Ketika orang memikirkan game dengan getaran yang menenangkan, Animal Crossing biasanya salah satu yang pertama muncul di pikiran.

Namun, itu kena blokir di China karena kemampuan pemain untuk mengunjungi pulau masing-masing.

Dikatakan bahwa orang-orang menulis pesan anti-pemerintah di pulau mereka dengan menempatkan tanaman atau membuat pola pakaian adat.

Karena orang lain dapat mengunjungi dan membaca pesan-pesan ini, itu tidak lagi diizinkan di negara ini.

Berikut lima game yang dilarang di sebuah negara dengan alasan yang terbilang cukup aneh. Bagaimana di Indonesia? Kalian masih bisa temukan deretan game di atas? (Suara.com/ Dythia Novianty).

Berita Terkait