Games

Beli Item di PUBG, Remaja Ini Sedot Rekening Ortu hingga Rp 195 Juta

Remaja asal Mumbai, India ini sempat kabur dari rumah hingga dicari oleh pihak kepolisian.

Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi PUBG Mobile. (YouTube/ Stan Go)
Ilustrasi PUBG Mobile. (YouTube/ Stan Go)

Hitekno.com - Seorang remaja asal Mumbai, India diduga menghabiskan uang hingga Rp 195 juta untuk game PUBG dan memilih kabur dari rumah. Kasus ini turut ditangani oleh aparat kepolisian setempat di mana mereka melakukan konseling terhadap sang remaja.

Sang anak menghabiskan 10 lakh rupee atau Rp 195 juta dari rekening ortunya (orangtuanya) untuk membeli uang virtual di dalam game.

Insiden yang diproses oleh kepolisian India pada akhir Agustus lalu ini tentu dapat menjadi pelajaran bagi banyak pihak. PUBG sendiri merupakan game battle royale yang memang tengah digemari oleh anak muda.

Game tersebut sebenarnya gratis, namun terdapat item, kosmetik, dan fitur tertentu yang berbayar. Ayah dari sang remaja melapor ke kantor polisi MIDC dengan keluhan orang hilang.

Mengingat bocah ini masih di bawah umur, polisi mendaftarkan laporan pada kasus penculikan sehingga pencarian langsung dilakukan.

Review Samsung Galaxy M51. Ilustrasi perangkat saat digunakan untuk bermain game PUBG Mobile. (HiTekno.com)
Ilustrasi perangkat saat digunakan untuk bermain game PUBG Mobile. (HiTekno.com)

Dilansir dari News18 dan NDTV, kepolisian melacak remaja itu dan menemukannya di Mahakali Caves, Andheri, lokalitas di bagian barat kota Mumbai India.

Dengan bantuan informan dan analisis teknis, tim kepolisian berhasil melacak sang remaja dan mengirimnya kembali ke orangtua. Sebelum itu, pihak berwenang juga memberikan konseling pada remaja tersebut.

Berdasarkan keterangan, orangtua dari remaja berumur 16 tahun ini sempat memarahi sang anak ketika mengetahui besaran transaksi di rekening untuk game PUBG.

PUBG Mobile. (PUBG Mobile)
PUBG Mobile. (PUBG Mobile)

Sang anak menulis surat dan memilih untuk kabur dari rumah. Selama pemeriksaan, orangtua memberitahu polisi bahwa remaja itu telah kecanduan game PUBG sejak satu bulan sebelumnya.

Sang anak menggunakan rekening milik ibunya untuk membeli deretan item virtual yang ada di PUBG. Kasus ini dapat menjadi pelajaran bahwa bermain game dapat dilakukan dengan sewajarnya saja.

Efek kecanduan hingga menghabiskan uang orangtua tentu merupakan hal negatif yang dapat merugikan semua orang. Orangtua diharapkan memberikan pengawasan dan edukasi ketika sang anak mulai kecanduan bermain game. Meski begitu, apabila sang anak mempunyai bakat, penyaluran ke bidang eSports dapat menjadi win-win solution.

Berita Terkait