Games

PUBG Hadirkan Sistem Reputasi untuk Cegah Perilaku Toxic Pemain

Tingkat reputasi pemain secara alami akan meningkat saat pemain bermain game,

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi bermain game PUBG. (Game Skinny)
Ilustrasi bermain game PUBG. (Game Skinny)

Hitekno.com - Game online Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) ini dibekali sistem reputasi yang akan memberi pemain peringkat pada skala enam poin untuk menunjukkan perilaku pemain. 

"Kami tahu gairah dapat berjalan tinggi di Battlegrounds, tetapi perilaku yang toxic (atau mengganggu--Red) tidak pernah dibenarkan," tulis pengembang PUBG dalam posting blog, seperti dikutip dari Polygon pada Sabtu (23/1/2021).

Menurut pengembang, tingkat reputasi pemain secara alami akan meningkat saat pemain bermain game dan tidak menunjukkan perilaku yang tidak baik atau mengganggu.

Selain itu, laporan dari pengguna lain juga tampaknya akan berpengaruh pada reputasi pemain.

Jika pemain dilaporkan karena pelecehan verbal, mengganggu jalannya permainan, atau membunuh rekan satu tim, maka itu akan menurunkan tingkat reputasi mereka.

PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG. (PUBG Corporation).
PlayerUnknown's Battlegrounds atau PUBG. (PUBG Corporation).

 

Aturan serupa juga berlaku untuk pelanggaran persyaratan layanan, tetapi PUBG berjanji hanya dilaporkan karena dugaan penggunaan cheat tidak akan memengaruhi tingkat reputasi.

Tak hanya itu, meninggalkan pertandingan berulang kali dan tidak kembali juga dapat menyebabkan penurunan tingkat reputasi.

Namun, satu-satunya cara pasti untuk meningkatkan reputasi pemain adalah memainkan pertandingan Normal atau Peringkat dengan benar.

Dalam pembaruan baru ini, semua pemain akan mulai di Reputasi Level 2 dan peringkat itu akan ditampilkan di bagian Team Finder untuk memberi tahu pemain lain yang sedang mencari tim.

Pembaruan 10.2 ini juga menghadirkan kendaraan baru yaitu Coupe RB.

Selain itu pengembang game PUBG  juga akan memperbarui Ranked Mode untuk mengesampingkan penalti saat meninggalkan pertandingan jika pemain melakukannya karena pesawat lepas landas dengan tim yang tidak lengkap. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Berita Terkait