Games

Digelar Virtual, League of Legends World Championship Bak Pameran Teknologi

Para pemain juga dikenalkan di atas panggung bersama dengan karakter league Galio yang tampil secara virtual.

Dinar Surya Oktarini

League of Legends World Championship. (YouTube/ League of Legends)
League of Legends World Championship. (YouTube/ League of Legends)

Hitekno.com - Riot mengubah upacara pembukaan final Kejuaraan Dunia League of Legends menjadi sebuah pameran teknologi. Gelaran yang diadakan di Stasdion Sepakbola Pudong di Shangai ini diadakan secara virtual.

Dibuka dengan grup K-pop virtual K / DA yang ditampilkan melalui augmented reality, yang diikuti dengan melodi lagu kebangsaan dari acara Worlds sebelumnya.

Tak hanya itu, pemain juga dikenalkan di atas panggung bersama dengan karakter league Galio yang tampil secara virtual.

Meskipun acara tersebut secara visual tidak mengesankan seperti pameran holografik tahun lalu, tetapi ini merupaka prestasi yang mengesankan, mengingat acara ini diadakan di tengah pandemi.

League of Legends World Championship. (YouTube/ League of Legends)
League of Legends World Championship. (YouTube/ League of Legends)

 

Dilansir dari laman The Verge, pemeran utama pemain adalah virtual, tetapi mereka ditemani oleh beberapa penari dan musisi di dunia nyata termasuk bintang pop China Lexie Liu.

Fituur yang paling mencolok di gelaran ini dibandingkan dengan event eSports lainnya di tahun 2020 adalah kehadiran fans.

Sekitar 6.000 orang hadir untuk menyaksikan Dawon Gaming dari Korea yang mengalahkan Suning Gaming dari China dalam pertandingan Kejuaraan.

Tak hanya itu Riot juga mengumumkan jendela rilis untuk spin-off League pertama , yang akan diluncurkan tahun depan.

Menjelang babak final, baba awal Worlds edisi tahin ini tampak sedikit berbeda karena pademi, sebelum putaran final turnamen ini selama sebulan dimainkan di sebuah studio berteknologi tinggi di Shangai.

Gelaran League of Legends ini juga menggunakan latar belakang bertenaga Unreal Engine untuk menciptakan beberapa efek realitas campura yang hampir digunakan Disney untuk membuat The Mandalorian.

Berita Terkait