Games

Terkait Pandemi, EA Buka Suara dalam Bisnis Video Game

EA berencana untuk merilis beberapa game mendatang, termasuk FIFA 21, Madden NFL 21, dan NHL 21.

Dinar Surya Oktarini

Logo Electronic Arts. (Twitter/@EA)
Logo Electronic Arts. (Twitter/@EA)

Hitekno.com - Penerbit game, Electronic Arts (EA) buka-bukaan mengenai kondisi perusahaannya di tengah andemi virus corona. Usai kebijakan untuk tetap berdiam di rumah selama pandemi, banyak orang yang menghabiskan waktunya bermain game, pengeluaran untuk membeli game pun meningkat. 

Keadaan ini membuat EA adalah salah satu persusahaan yang beruntung. 

CFO EA Black Jorgensen mengatakan, perusahaan akan mengumumkan pendapatan kuartal pertama terbesar yang pernah ada, dalam jangka waktu April hingga Juni.

Sebelumnya pada Mei, EA mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan untuk menghasilkan pendapatan 5,525 miliar dolar AS dan keuntungan 978 juta dolar AS untuk periode tersebut. Itu merupakan rekor untuk kuartal pertama, tetapi Jorgensen mengatakan bahwa angka sebenarnya akan lebih besar dari itu.

Laporan berisi detail angka tersebut akan diumumkan dalam laporan pendapatan EA pada 30 Juli mendatang.

EA berencana untuk merilis beberapa game mendatang, termasuk FIFA 21, Madden NFL 21, dan NHL 21, yang sedikit lebih terlambat dari biasanya karena dampak bekerja dari rumah dan masalah lainnya yang terkait dengan Covid-19.

Namun, Jorgensen mengatakan EA akan membuat perbedaan melalui kampanye baru yang mendorong transaksi mikro untuk Ultimate Team dalam permainan ini.

"Ketika kami memberikan panduan, kami mengantisipasi tanggal yang sedikit yang berbeda untuk pengiriman FIFA, Madden, dan hockey, tetapi kami tidak melihat itu sebagai masalah besar. Yang lebih penting, mengeluarkan produk dengan kualitas dan kekuatan adalah hal yang benar-benar kami fokuskan," ucap Jorgensen, seperti dikutip dari Gamespot, Rabu (24/6/2020).

Jorgensen menambahkan bahwa ia melihat game sebagai cahaya dalam kegelapan yang membantu orang tetap terhubung dengan teman dan menikmati hidup di rumah.

"Banyak orang telah mengalokasikan kembali uang hiburan mereka ke dalam video game. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, lebih banyak waktu dengan keluarga mereka, dan jelas kami mendapat mafaat darinya. Ini telah melampaui harapan kami di semua bisnis kami," tambah Jorgensen.

Ilustrasi main game. [Shutterstock]
Ilustrasi main game. [Shutterstock]

Jorgensen melanjutkan dengan mengatakan bahwa ke depannya mungkin akan lebih sulit untuk diprediksi dalam hal hasil bisnis. Ia tidak tahu kapan orang akan kembali bekerja atau apakah akan ada gelombang kedua virus.

Jika orang-orang tinggal di rumah lebih lama, EA mungkin akan terus mendapat keuntungan. Tetapi jika orang kembali bekerja, pendapatan EA mungkin lebih rendah daripada yang diantisipasi.

EA sendiri memiliki 15.000 karyawan di seluruh dunia yang diharapkan dapat kembali bekerja secara bergiliran, tetapi belum ada batas waktu yang pasti kapan hal itu akan dilakukan.

Video game game masih berkembang di tengah pandemi, karena banyak orang yang menghabiskan waktunya bermain game. Namun hiburan lain milik EA seperti konser hingga olahraga tertunda. (Suara.com/Tivan Rahmat)

Berita Terkait