Games

Video GTA San Andreas Indonesia Mendunia, Ini Sosok di Baliknya

Video GTA San Andreas Indonesia sempat bikin geger media sosial, bahkan ramai secara internasional. Siapakah sosok pembuatnya?

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

 GTA San Andreas Indonesia. (Mindplace Studio, HiTekno.com/ Emma)
GTA San Andreas Indonesia. (Mindplace Studio, HiTekno.com/ Emma)

Hitekno.com - Sebuah video yang sangat familiar dengan musik khas GTA San Andreas berhasil memukau netizen maupun gamer generasi 90-an yang pernah memainkannya.

Sangat unik, 4 orang pemuda dengan wajah "sangat Indonesia" menggunakan pakaian khas karakter dari GTA San Andreas.

Seperti yang telah diketahui, GTA San Andreas, merupakan game legendaris generasi 90-an yang mempunyai karakter utama dengan wajah dan logat khas Afrika-Amerika yang sangat kental.

Menggunakan logat khas Indonesia Timur, karakter di video real action GTA San Andreas Indonesia memainkan perannya dengan baik sehingga dapat menarik perhatian netizen.

"Woi Big Smoke, kau sudah lapar kah?" tanya CJ atau akrab disapa Ucok (karakter utama di GTA San Andreas Indonesia).

"Sudah Ucok. Nasi Padang enak nih. Bagaimana Paijo (Ryder)?," timpal Big Smoke.

"Wah, boleh juga itu," jawab Paijo (Ryder).

4 karakter utama saat menjalani misi pertama. (YouTube_Mindplace Studio)
4 karakter utama saat menjalani misi pertama. (YouTube_Mindplace Studio)

 

"Iyo, saya tahu tempat nasi Padang yang paling enak," sahut Sweet.

Dor..Dor..Dor..Suara tembakan langsung terdengar disertai sebuah ledakan mobil yang terlihat seperti asli.

"Awas, Astaghfirullah. Geng Ballas datang," kata Big Smoke.

Adegan di atas disertai kejar-kejaran dari Geng Ballas yang memburu CJ dan kawan-kawan.

Sangat menarik, video memperlihatkan ketika seseorang benar-benar berada pada dunia GTA namun diperankan oleh karakter dari Indonesia.

Video menampilkan bar notifikasi mirip GTA San Andreas. (YouTube_Mindplace Studio)
Video menampilkan bar notifikasi mirip GTA San Andreas. (Mindplace Studio)

 

Popularitasnya langsung melesat, video berjudul "GTA San Andreas Realistic" telah ditonton 1,4 juta kali dalam waktu lima hari.

Dalam waktu kurang dari 2 bulan, video tersebut bahkan telah ditonton lebih dari 8 juta kali.

Screenshot dan juga link video langsung tersebar di banyak akun fanspage media sosial maupun akun parodi karena video ini sangat kocak dan kreatif.

Video yang mengambil lokasi di Yogyakarta tersebut bahkan bisa diadaptasi mirip San Andreas yang ada di GTA.

Logat timur yang dipadu dengan background suara GTA dan juga logat Madura pemilik salon membuat GTA San Andreas ini terasa sangat "Indonesia".

Efek suara, grafis video, senjata yang ditampilkan, bahkan hingga gerak tubuh juga sangat mirip dengan karakter game GTA San Andreas yang legendaris.

Sambutan Positif dari Netizen dan Gamer 

Riders dan Big Smoke saat syuting video. (MindPlace Studio)
Riders dan Big Smoke saat syuting video. (MindPlace Studio)

 

Tak hanya netizen dari Indonesia yang menyambut positif atas video viral ini, akun YouTuber gaming populer dari luar negeri juga ikut memuji kualitas edit video di dalam GTA San Andreas Realistic.

"GTA VI is here ? Very realistic! Congrats from France (Apakah GTA VI ada di sini? Sangat terlihat nyata! Ucapan selamat dari Prancis)," ucap Conkerax, akun Youtuber gaming dari Prancis dengan ratusan ribu subscriber.

"What I can say A Masterpiece Respect From Romania to Indonesia! (Apa yang saya bisa katakan adalah ini adalah sebuah Masterpiece kehormatan dari Romania pada Indonesia)," kata YouTuber asal Romania, Alex 666.

"El parecido de Big Smock es impresionante (Aksi Big Smoke sangat mengesankan)," tulis Deca Corn, netizen asal Spanyol.

Beberapa netizen negara lain yang ikut berkomentar termasuk netizen dari Brazil, Romania, Arab Saudi, Prancis, Inggris dan masih banyak lagi.

"Ini Kerennnn Bangettt sihhhhh.... Salut buat grafis dan editingnya," komentar HARBATAH, YouTuber populer dengan 1,62 juta subscriber.

Video real action GTA San Andreas Indonesia juga membuat gamer generasi 90-an yang pernah memainkan GTA cukup terpukau dengan kualitasnya.

"Bagus banget, mirip real life GTA. Misinya juga mirip sama pas kita mainin GTA San Andreas pertama kali," kata Frandy Faozan, salah satu pendiri komunitas gamer di Yogyakarta.

Video tersebut juga mendapatkan sambutan positif dari IESPA (Indonesia Esports Association) Yogyakarta karena content kreatif semacam ini bisa mengarahkan gamer ke arah kegiatan yang positif.

"Wah bagus tuh. Kreatif, menghibur dan positif. Apa yg mereka buat bisa jadi contoh teman-teman gamer yang lain untuk bisa memanfaatkan hobby mereka dengan tidak hanya sekedar bermain, tapi juga content positif seperti ini," kata Simson, ketua IESPA Yogyakarta.

Awal Mula Mindplace Studio

Grafik sebagai Big Smoke dan Junta, pemeran Ryder sekaligus inisiator MindPlace. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)
Grafik sebagai Big Smoke dan Junta, pemeran Ryder sekaligus inisiator MindPlace. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Tak ada yang menyangka, inisiator di balik berdirinya Mindplace Studio di mana videonya dipuji oleh YouTuber gaming luar negeri justru merupakan seorang pemuda berpenampilan sederhana asal Wonosobo, Jawa Tengah.

Setelah bekerja selama 3 tahun di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia, Fillias La Junta memilih untuk keluar, kembali ke kampung halaman dan mendirikan serta menginisiasi MindPlace Studio.

Ia bertemu dengan salah satu junior sekaligus temannya saat berkuliah di Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta.

Junta yang merupakan lulusan MMTC jurusan Manajemen Teknik Studio Produksi bersepakat untuk mendirikan MindPlace Studio secara profesional dengan Grafik Piasmoro.

Sebelumnya, ia sempat mendirikan channel bersama 4 orang teman lainnya, namun sampai sekarang hanya dia yang tersisa dan aktif terjun serta fokus pada content creative.

"Kalo awalnya banget sih ada 4 orang..3-nya sudah gugur mas. Tinggal saya sendiri. Mulai bener-bener serius dimulai dengan 7 orang ini pada Desember 2019. Dan bener-bener launching itu Januari 2019" kata Junta.

Bertemu dengan investor yang dipanggilnya dengan Mas Lukman, Fillias La Junta dan Grafik Piasmoro memulai secara serius mengembangkan Mindplace Studio bersama lima orang lainnya.

Pada awalnya, setelah merantau di Jakarta, Junta memutuskan untuk balik ke Wonosobo karena ayahnya baru saja ditimpa musibah.

"Saya sebenernya pengen balik ke Wonosobo, kan bapak saya ini kemarin kecelakaan. Awalnya pengen mulai sendiri, tapi ada ajakan teman dan kebetulan ada investor juga namanya mas Lukman..Kita mulailah di Jogja," kata Junta.

Fillias La Junta berperan sebagai penanggung jawab dan juga merangkap sebagai editor video di channel YouTube Mindplace Studio. Sementara Grafik Piasmoro berperan sebagai penanggung jawab di channel YouTube Inside Mindplace.

Lima orang teman lain yang berperan pada awal pendirian termasuk Ridu (Divisi Kreatif dan Penulis Naskah), Ifan (Visual Effect seperti Junta), Vonny (Asisten Produksi), Adit (Marketing dan Humas), dan Fardan (Asisten Kamera).

Karena dana dan sumber daya terbatas, mereka juga merangkap mengerjakan jobdesk lainnya. 

Misal, Ridu juga berperan melengkapi kebutuhan syuting seperti membeli properti. 

Sementara untuk menutupi kekurangan sumber daya, mereka juga merangkap sebagai aktor yang bermain di dalam video seperti Grafik sebagai Big Smoke, Junta sebagai Ryder, Ridu dan Ivan sebagai Geng Ballas serta Fardan sebagai Sweet.

"Sebelumnya, salah satu dari kita, mas Junta, pengen buka channel YouTube. Kebetulan dia memutuskan buat berhenti kerja dari salah satu TV swasta di Indonesia. Saya resign juga dari Infotainment, ada satu investor gitu yang ngajak saya dan teman-teman saya membangun channel YouTube. Awalnya sih mau membuat seperti yang lain, kayak review atau apa gitu. Tapi ya karena sering main juga sama mas Junta..kita pengennya lebih atau beda gitu dari yang lain," kata Grafik menambahkan.

Mereka memilih Yogyakarta sebagai tempat awal Mindplace Studio berdiri karena menganggap kota ini kaya akan kreatifitas dan sumber daya lain yang bisa dimanfaatkan dalam pembuatan video .

"Pertamanya investor kita itu (Mas Lukman) pengen kita punya kantor di Jakarta. Tapi ya karena setelah dipikir-pikir kita kuliahnya di Yogyakarta dan kota ini punya banyak 'kekayaan' ya kita coba di sini dulu," kata Grafik.

Suka Duka dalam Pembuatan Video

Grafik alias Big Smoke dalam proses pembuatan video. (MindPlace Studio)
Grafik alias Big Smoke dalam proses pembuatan video. (MindPlace Studio)

 

Pertama kali berdiri pada awal 2019, mereka mengaku masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam membuat video.

"Pertama ya, kita dikasih tuh sebuah kontrakan yang dijadiin studio sama dikasih kamera. Masih inget saya, kita masih ngemper (lesehan)...Hahaha, soalnya belum punya meja waktu itu," kata Junta.

"Wo, iya, masih inget saya mas, kita masih nunduk waktu itu, ada komputer satu di bawah" tambah Junta.

Sambil tertawa, mereka malah asyik mengobrol ketika mengingat masa awal Mindplace Studio dengan segala keterbatasannya.

Grafik yang sangar dalam memerankan Big Smoke justru terlihat sangat lucu ketika bergurau dan berantem dalam menimpali pernyataan dari Junta.

Ketika ditanyakan mengenai modal awal ketika mereka mendirikan Mindplace, mereka justru kompak menyeletuk bahwa modalnya hanya "nekat".

"Modal awalnya wah gimana ya? Modalnya mungkin nekat mas. Sebenarnya investor kita udah ada lah alat-alatnya. Tapi ya belum banyak belum lengkap. Ya, kita mulai seadanya dulu.." kata Grafik.

Ide Awal Video GTA San Andreas Indonesia

Diskusi dan pengarahan saat pembuatan video. (MindPlace Studio)
Diskusi dan pengarahan saat pembuatan video. (MindPlace Studio)

 

Ide pertama kali membuat GTA San Andreas justru datang dari Ifan salah satu anggota dari MindPlace Studio.

"Jadi gini mas, kita dapat sponsor itu dari P*lig*n, nah, gimana caranya kita membuat real action yang menggunakan sepeda" kata Junta mengawali ceritanya.

"Gimana kalau kita buat GTA San Andreas saja, kan misi pertama GTA San Andreas pakai sepeda?" celetuk Ifan saat itu.

Sebelumnya, mereka memang ingin membuat real action GTA San Andreas Indonesia, namun masih belum tahu penempatan konsepnya seperti apa. 

Ketika mendapatkan sponsor, mereka merasa momen tersebut sangat tepat untuk mengerjakan video real action GTA San Andreas Indonesia.

Statistik Mindplace Studio di Social Blade. (SocialBlade)
Statistik Mindplace Studio di Social Blade. (SocialBlade)

 

"Kita bikin sebisa mungkin merepresentasikan pengalaman dulu bermain GTA ke dalam versi benerannya (real action). Kita bikin seperti sudut pandang yang ada di game. Kalo kita ngikut di game doang, apa ya? serunya kurang ya..Jadi kita bikin sudut pandang game lalu sudut pandang sinematik agar lebih menarik saja," jelas Junta.

Ketika ditanyai apakah mereka menggunakan promosi khusus sehingga video GTA San Andreas viral, Junta justru mengaku tidak melakukan promosi.

"Saya nggak nyangka malahan mas kalo viral. Lha wong nggak saya promosiin di IG juga. Kayak apa ya, kita pasrah aja, biarkan algoritma YouTube yang bekerja," kata Junta

Kesulitan dalam Pembuatan Video GTA San Andreas Indonesia

Senjata mainan yang digunakan dalam syuting. (MindPlace Studio)
Senjata mainan yang digunakan dalam syuting. (MindPlace Studio)

 

Baik Junta atau Grafik mengaku bahwa kesulitan pembuatan video ada pada segi teknis maupun "penghematan" dana yang harus mereka lakukan.

"Sulitnya ini sih...Itu kan pengambilan gambarnya ngikutin game banget. Kita ada eksperimen gitu kan pakai Go Pro. Tadinya pengen pake kamera kita yang agak gede tu..Mirrorless lah kayak DSLR. Kalo diangkat mulu kan pegel juga..Jadinya kita ngakalin pakai Go Pro," kata Grafik mengawali cerita mereka saat mengalami kesulitan dalam pembuatan Video GTA San Andreas Indonesia.

"Susahnya itu sama terus mas..Misal sudah dikasih deadline sama sponsor. Ya kita harus ngejar gimana pekerjaan kita selesai di tanggal itu. Ya susahnya gitu sih. Nyari lokasi, sebisa mungkin harus ketemu yang mirip lokasi di GTA San Andreas aslinya," kata Junta.

Ia menceritakan bahwa sebisa mungkin mereka harus menghemat dana yang ada, salah satunya mencari baju di "awul-awul".

"Habis itu masalah properti. Karena kita dana terbatas ya kita cari baju di awul-awul (tempat baju berserakan di rak atau diskonan)..Hahaha" komentar Junta.

"Oh ya pakaian tuh, nggak mudah juga nyari kemeja hijau polos yang persis seperti Big Smoke. Kan ukuran saya susah. Di mal atau awul-awul itu susah nemu mas. Akhirnya ketemu di awul-awul, itu aja warna putih. Ya sudah kita naptol jadi hijau" tambah Grafik a.k.a. Big Smoke dengan nada bersemangat.

"Sama satu lagi. Pas adegan pertama dikejar-kejar mobil kita sempat kesusahan. Soalnya tim utama kita ada di kamera. Yang sisanya jagain jalan. Susah di koordinasi mas, jalanan kan ramai pas itu," terang Junta.

Untuk beli baju di awul-awul dan properti seperti mainan senjata, mereka mengaku menghabiskan dana sekitar Rp 400 ribuan.

"Kita banyaknya justru di makan mas. Kita kan syuting 10 hari, mungkin sekitar antara 5-6 juta. Itu aja kita cari makan yang murah mas," kata Junta.

"Agak ribet juga. Selesai kita syuting Mas Junta ini juga langsung ngedit video saat itu juga," kata Grafik menceritakan keluh kesah mereka dalam video pembuatan GTA San Andreas.

Terbayarkan, video yang mereka buat dengan susah payah, berhasil ditoton lebih dari 8 juta kali dan menarik perhatian netizen internasional.

Tak hanya itu, setelah video tersebut viral, pada periode pertengahan hingga akhir Agustus 2019, berdasarkan situs Social Blade, akun Mindplace Studio mengalami penambahan hingga lebih dari 162 ribu subscriber, hanya dalam waktu 2 minggu saja.

Sosok Menarik CJ

Delon saat memainkan peran CJ atau Ucok. (Mindplace Studio)
Delon saat memainkan peran CJ atau Ucok. (Mindplace Studio)

 

Tak lengkap rasanya mengulik Mindplace Studio, tanpa tahu siapa yang memerankan karakter CJ atau Ucok yang sangat legendaris di GTA San Andreas mod Indonesia.

Sosok dengan logat ketimuran yang berhasil memerankan CJ dan memukau netizen itu adalah Herman Wenehenubun.

Sangat mengejutkan, pemuda yang akrab disapa sebagai Delon tersebut ternyata baru pertama kali syuting di depan kamera.

Pemuda yang masih menempuh kuliah semester 6 di Universitas Amikom Yogyakarta tersebut mengaku hanya diajak temannya dari Mindplace studio.

"Kan mereka ada project yang GTA itu. Yang kasih saran itu teman saya. Kan saya kulitnya juga agak gelap jadi miriplah sama karakter CJ. Jadi dipanggil gitu buat syuting video," kata Delon.

Delon yang masih merupakan mahasiswa jurusan Manajemen Informatika ini tertarik ikut ke dalam project GTA San Andreas Realistic karena saran dan bujukan dari temannya yang bernama Ifan, dari Mindplace Studio.

"Video ini pertama kali saya main. Langsung kepilih gitu. Saya ikut buat nambah-nambah ilmu aja. Ya gimana ya, belum pernah syuting kayak gitu. Alasan tertarik ikut project karena saya pengen setidaknya pernah terlibat lah pada project besar pembuatan video kayak gini," jelas Delon.

Delon yang berperan sebagai CJ. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)
Delon yang berperan sebagai CJ. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Ketika ditanya apakah sebelumnya ia mengira video tersebut akan viral, Delon justru menebak bahwa videonya pasti viral.

"Saya udah duga memang ini viral. Editingnya mantap, mereka juga nggak main-main dalam proses itu," kata Delon.

Ia menceritakan bahwa karena video tersebut viral, dirinya juga jadi dikenal di kampung halamannya, Tual, Maluku Tenggara.

Kedua orangtua Delon berasal dari Maluku Tenggara dan merantau cukup lama di Papua. Delon akhirnya lahir di Papua dan sempat tinggal selama 14 tahun.

Karena itu, Delon mengaku bahwa logat ketimurannya sangat kental. Delon menjelaskan bahwa dalam pembuatan video, banyak sekali suka duka yang ia rasakan.

"Suka dukanya itu banyak kali. Yang pertama itu sih panas. Karena kan itu video dibuat kebanyakan siang terus buatnya juga di tempat terbuka jadi kerasa panas. Jarang ada tempat buat berteduh juga," Delon.

Ia menceritakan bahwa untuk memerankan CJ dengan logat ketimuran, ia sangat lancar karena memang berasal dari timur. Namun ia cukup kesulitan ketika mengajari karakter lain seperti Big Smoke dan Ryder untuk mempraktikkan logat ketimuran.

Rencana ke depan, Delon masih diajak untuk mengerjakan project GTA San Andreas Realistic dengan versi PC. Karena yang viral kemarin adalah versi dari konsol, Delon membocorkan bahwa akan ada versi PC ke depannya.

Tips Bagi Content Creator Pemula

Grafik dan Junta. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)
Grafik dan Junta. (HiTekno.com/ Rezza Rachmanta)

 

Berkat GTA San Andreas Realistic yang viral, Junta mengaku bahwa Minplace Studio mendapatkan cukup banyak tawaran dari sponsor.

Beberapa sponsor yang sudah bersedia bekerja sama adalah Zilingo Indonesia untuk video The Sims. Selain itu, dalam waktu dekat, mereka juga akan meluncurkan real-action COD (Call of Duty) yang disponsori oleh Garena.

Ketika dimintai tips bagi content creator pemula dalam merintis channel YouTube, Grafik dan Junta memberikan beberapa nasihat menarik.

"Buatlah sesuatu yang baru. Kalau tidak bisa buatlah berbeda. Kalau udah ada mobil ya buat yang beda. Kayak apa lah. kendaraan lain atau apa gitu," kata Grafik.

"Mulai aja dulu," kata Junta dengan tips yang lebih simpel.

"Mulai mas? nggak mikir apa-apa? langsung mulai gitu?" tanya saya dengan rasa penasaran.

"Nanti tahu mas. Nanti kalau sudah mulai, pasti tahu celah-celahnya. Apakah yang dia lakukan benar atau salah. Dan mulai juga nggak asal mulai. Ya dia mulai harus jadi apa? Dia harus riset dong, gimana caranya agar tujuan dia tercapai. Mulai aja dulu. Nanti kalau gagal, kan kita bisa tahu gagalnya sebelah mana nih. Jadi seiring waktu, kita bisa tahu di mana celahnya," kata pemuda asal Wonosobo dengan kata yang sangat menginspirasi.

Itulah tadi kisah pemuda Wonosobo di balik Video GTA San Andreas Indonesia yang mendunia, sangat menginspirasi bukan?  

Berita Terkait