Games

Hoaks, Pelaku Penembakan di Selandia Baru Tidak Terinspirasi dari Game

Ternyata media telah salah persepsi karena pernyataan teroris yang terpotong.

Vika Widiastuti | Rezza Dwi Rachmanta

Foto Facebook Brenton Tarrant, sang pelaku penembakan. (Facebook)
Foto Facebook Brenton Tarrant, sang pelaku penembakan. (Facebook)

Hitekno.com - Dalam laporan terbaru kepolisian setempat (15/03/2019), terdapat 49 orang tewas dalam penembakan dua masjid di Christchurch tengah, Selandia Baru, pada hari Jumat. Media besar asal Australia dan Selandia Baru langsung mengembuskan kabar bahwa sang teroris, Brenton Tarrant, terinspirasi dari game PUBG atau Fortnite.

Hal tersebut disinyalir karena Tarrant melakukan live streaming seperti para gamer melakukannya ketika bermain game PUBG atau Fortnite.

Ternyata terdapat mispersepsi mengenai manifesto berjudul The Great Replacement yang diunggah oleh Brenton Tarrant.

Sebelumnya, artikel kami yang bersumber dari Sidney Morning Herald (SMH) mengatakan bahwa Tarrant terinspirasi dari game Fortnite berdasarkan kata-katanya.

PUBG. (Twitter/@PUBG)
PUBG. (Twitter/@PUBG)

 

Kini sebagian besar dari media Australia dan Selandia Baru sudah menarik dan menghapus kata tersebut karena terjadi mispersepsi.

Berdasarkan manifesto asli Brenton Tarrant yang bersumber dari Nex 24, ia mengaku mengenal game-game tersebut namun menambahkan kata ''No'' yang berarti bahwa ia tidak terinspirasi dari game tersebut.

Dalam manifestonya, terdapat sebuah pertanyaan yang berbunyi ''Apakah kamu diajari kekerasan dan ekstremisme melalui permainan video, musik, sastra, film?''

Jawaban dari Tarrant adalah ''Ya, Spyro the dragon 3 mengajari saya etno-nasionalisme. Fortnite melatih saya menjadi pembunuh dan melakukan gaya pamer di depan mayat musuh saya. Tidak''.

Salah satu penggalan dari manifesto Brenton Tarrant. (Nex 24)
Salah satu penggalan dari manifesto Brenton Tarrant. (Nex 24)

 

Ia juga mengaku bahwa ketika muda dulu ia merupakan seorang komunis. Akhirnya ia menjadi seorang anarkis dan terakhir menjadi eco-fasis.

Tarrant mengaku membenci mereka yang tidak secara etnik masuk ke budaya Eropa atau kulit putih.

Itulah yang mendasari dia melakukan penyerangan sehingga mengakibatkan puluhan muslim meninggal karena terkena tembakan.

Dengan adanya screenshot dari manifesto Tarrant ini kita bisa mengetahui bahwa ia sebenarnya tahu game tersebut (Fortnite), tetapi tidak terinspirasi.

 

Berita Terkait