Games

Game Buatannya Dihapus Penjaga Warnet, Bocah Ini Curhat di Medsos

Kisah Muhammad Thaqif sampai ditelinga Menteri Syed Saddiq.

Dinar Surya Oktarini

Syed Saddiq bersama Muhammad Thaqif. (Twitter/@SyedSaddiq)
Syed Saddiq bersama Muhammad Thaqif. (Twitter/@SyedSaddiq)

Hitekno.com - Membuat game bukanlah perkara mudah, karena selain harus memiliki perangkat yang lengkap, kamu juga akan dituntut untuk memahami bahasa pemrograman.

Namun, sepertinya hal tersebut nggak sulit untuk bocah asal Malasyia bernama Muhammad Thaqif yang dapat membuat game dengan genre first person shooter (FPS) ini.

Bahkan, bocah berumur 12 tahun ini mengerjakan game buatannya sendiri di warung internet atau (warnet) hampir selama satu tahun.

Muhammad Thaqif mengaku karena dirinya tak memiliki laptop atau PC di rumah untuk mengerjakan game menembak Zombie miliknya.

Sedihnya, operator warnet tempat Thaqif mengerjakan game menghapus semua file yang dikerjakannya.

Operator warnet tersebut mengahapus game buatan Thaqif karena dikira sebuah virus di PC warnet.

Mengetahui hal tersebut, Thaqif menuliskan dalam grup Facebook bernama PC Gaming Community Malaysia dan menceritakan kisah menyedihkannya tersebut.

Postingan Muhammad Thaqif (Facebook/Muhammad Thaqif/Twitter/@qhairilfaize)
Postingan Muhammad Thaqif (Facebook/Muhammad Thaqif/Twitter/@qhairilfaize)

 

Thaqif juga bertanya adakah yang menjual laptop seharga 350 RM atau Rp 1,2 juta untuk menyelesaikan gamenya.

Kisah Muhammad Thaqif pun viral dan membuat seorang pemuka agama memberinya sebuah komputer untuk membuat game kembali.

Tidak hanya pemuka agama, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq pun turut memberikan perhatianya dan menemui Muhammada Thaqif untuk menyampaikan apresiasinya.

Tweet Syed Saddiq mengenai Muhammad Thaqif. (Twitter/@SyedSaddiq)
Tweet Syed Saddiq mengenai Muhammad Thaqif. (Twitter/@SyedSaddiq)

 

Hal itu diunggah oleh Syed Saddiq dalam Twitter pribadinya @SyedSaddiq, diriya juga mengunggah potret dirinya bersama dengan Muhammad Thaqif.

Muhammad Thaqif sendiri mengaku bahwa game buatanya akan dia jual seharga 1 RM atau seharga Rp 3.600 dan hasil uangnya menjual game buatannya akan ia gunakan untuk membantu ibunya.

Berita Terkait