Games

Ingin Sembuh dari Kecanduan Video Game, Pria Ini Coba Bunuh Diri

Ingat waktu kalau bermain game, jangan sampai seperti ini.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi bermain video game. (University of Rochester).
Ilustrasi bermain video game. (University of Rochester).

Hitekno.com - Kecanduan video game bisa terjadi pada siapa saja. Jangan sampai kamu juga kecanduan seperti pria dalam kisah ini.

Seorang remaja lelaki berumur 17 tahun bernama Carl Thompson, berasal dari Preston, mencoba bunuh diri karena kecanduan salah satu video game yang tengah hits saat ini, 'Fortnite'.

Dikarenakan game bergenre battle royale itu, Carl berubah dan terperangkap dalam perilaku negatif, seperti terlilit hutang dan kecanduan narkoba.

Anggota badan Carl dirasa 'tidak berfungsi dengan baik' layaknya manusia normal, ia bahkan hampir tidak makan dan tidur. Hanya beberapa bulan setelah ia bermain game tersebut, Carl memutuskan hanya ada satu cara untuk melarikan diri, yaitu bunuh diri.

Ia mencoba melompat dari jendela kamar tidur di lantai tiga, namun ayah Carl yang secara kebetulan melihatnya dan langsung menyelamatkan putranya.

Kini, Carl tengah menjalani perawatan untuk menangani masalah-masalahnya dan mengatakan bahwa tidak akan ada orang yang mengikuti jejaknya.

"Fortnite telah mengubah saya menjadi pecandu narkoba, mencuri, berbohong, hingga melakukan bunuh diri. Saya ingin memperingatkan anak-anak lain atau orang tua tentang bagaimana game ini 'menghisap' pemainnya jauh lebih buruk daripada game dengan unsur 18. Gagasan bahwa anak-anak muda bermain game ini sangat mengerikan," kata Carl Thompson.

'Fortnite' telah memiliki 125 juta pemain sejak diluncurkan pada tahun lalu. Permainan yang ditujukan untuk anak berusia 12 tahun ke atas ini dapat dimainkan secara online di konsol Xbox dan Nintendo.

Fortnite. (nintendolife)
Fortnite. (nintendolife)

 

Sementara itu, ada lebih dari 5.000 orang yang mencoba untuk mendapatkan bantuan karena kecanduan game sepanjang tahun lalu.

Dilansir dari Mirror, sebelumnya, Carl bermain game adiktif lainnya seperti 'Call of Duty' dan 'Grand Theft Auto'. Tapi 'Fortnite' benar-benar menyita hampir seluruh waktunya.

Carl menambahkan, semakin banyak pertempuran yang dimenangkannya, semakin membuatnya ingin terus bermain.

"Setiap kali pemain membunuh, pemain secara otomatis turun kembali ke zona pertempuran, jadi seperti berada di lingkaran tanpa akhir. Yang pemain inginkan adalah menaikkan peringkat untuk mendapatkan lebih banyak penghargaan dan peringkat yang lebih baik," tambah Carl.

Fortnite. (Epic Games).
Fortnite. (Epic Games).

 

Carl mulai menghilang dari kuliah dan berhenti berolahraga. Ia mulai mencuri dari orang tuanya untuk membayar senjata gamenya dan mendapatkan pembaruan.

Bagi Carl, 'Fortnite' begitu adiktif dan destruktif. Ia hanya peduli pada 'Fortnite'. Ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk bermain game tersebut, hingga larut malam. Karena itulah Carl juga terjerumus ke narkoba untuk membuatnya tetap terjaga.

Kini Carl tengah berusaha keluar dari mimpi buruknya itu dan kembali bermain cricket lagi, serta belajar untuk ujian. Sementara itu, perusahaan Epic Games yang menciptakan 'Fortnite' menolak untuk berkomentar.

Pada dasarnya, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan bahwa kecanduan bermain game adalah bentuk gangguan jiwa pada Juni lalu.

Tulisan ini sudah dimuat di Suara.com dengan judul Ingin Lepas dari Kecanduan Video Game, Lelaki Ini Coba Bunuh Diri.

Berita Terkait