Ilustrasi charger HP. (Oppo Indonesia)
Hitekno.com - Baterai adalah salah satu komponen paling penting pada smartphone karena berfungsi sebagai sumber daya utama yang membuat perangkat bisa digunakan secara maksimal.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan saat mengisi daya smartphone justru dapat membuat baterai cepat rusak dan berkurang performanya.
Salah satu kesalahan paling umum adalah mengisi daya smartphone semalaman tanpa dicabut meski baterai sudah penuh.
Membiarkan smartphone terus terhubung dengan charger saat baterai mencapai 100 persen bisa menyebabkan overcharge yang memperpendek umur baterai.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggunakan charger palsu atau bukan bawaan asli dari pabrikan.
Charger KW biasanya tidak memiliki sistem pengaman arus dan tegangan sehingga berisiko merusak baterai maupun komponen smartphone lainnya.
Banyak orang juga masih terbiasa menggunakan smartphone sambil di-charge padahal hal ini bisa membuat suhu baterai naik drastis.
Panas berlebih saat mengisi daya dapat mempercepat degradasi baterai dan bahkan berpotensi menimbulkan kerusakan permanen.
Mengisi daya smartphone hingga baterai benar-benar kosong juga merupakan kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari.
Baterai lithium-ion yang digunakan pada kebanyakan smartphone modern lebih ideal jika diisi ulang saat sisa daya mencapai 20-30 persen.
Baca Juga: WhatsApp Tambahkan Fitur Baru, Bisa Minta Bantuan Penulisan AI
Banyak pengguna juga membiarkan smartphone di-charge dalam kondisi terbungkus casing tebal yang menghambat pembuangan panas.
Kondisi ini membuat baterai lebih cepat panas dan menurunkan kesehatan sel baterai dalam jangka panjang.
Menggunakan fitur fast charging terlalu sering juga bisa memengaruhi umur baterai jika tidak digunakan secara bijak.
Fast charging sebaiknya dipakai saat benar-benar dibutuhkan saja karena proses pengisian daya cepat akan menghasilkan panas lebih tinggi.
Kesalahan berikutnya adalah mengisi daya smartphone di tempat dengan suhu ekstrem baik terlalu panas maupun terlalu dingin.
Suhu lingkungan yang tidak sesuai dapat memengaruhi proses kimia dalam baterai dan mempercepat kerusakan.
Menggunakan powerbank murahan tanpa sertifikasi keamanan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan baterai.
Powerbank berkualitas rendah sering kali tidak stabil dalam mengatur arus dan tegangan yang masuk ke smartphone.
Beberapa orang terbiasa mencabut charger dengan cara menarik kabel bukan kepala chargernya sehingga berisiko merusak port pengisian daya.
Kerusakan pada port dapat mengganggu aliran listrik ke baterai sehingga proses pengisian daya tidak optimal.
Mengisi daya smartphone di permukaan empuk seperti kasur atau bantal juga berbahaya karena dapat menahan panas dan membuat perangkat cepat overheat.
Idealnya, smartphone di-charge di permukaan datar dan keras agar sirkulasi udara lebih lancar.
Menggunakan smartphone dengan aplikasi berat saat sedang di-charge juga bisa menambah beban kerja baterai dan meningkatkan panas.
Kebiasaan ini akan mempercepat proses penurunan kapasitas baterai sehingga tidak bisa bertahan lama.
Sering kali orang men-charge smartphone hanya sebentar lalu mencabutnya tanpa mencapai persentase daya ideal.
Kebiasaan pengisian daya yang tidak konsisten ini dalam jangka panjang juga bisa membuat baterai bekerja tidak stabil.
Ada pula kesalahan dalam menggunakan charger mobil murahan yang tidak stabil saat tegangan kendaraan berubah-ubah.
Hal ini bisa memberikan arus tidak merata pada smartphone dan merusak kesehatan baterai.
Agar baterai smartphone tetap awet, biasakan mengisi daya dengan charger asli, hindari overcharge, dan jangan gunakan smartphone saat sedang diisi daya.
Dengan menerapkan kebiasaan yang benar, Anda bisa memperpanjang umur baterai smartphone hingga bertahun-tahun tanpa perlu sering menggantinya.