Peneliti Sarankan Pengiriman Tes COVID-19 Pakai Drone

Para peneliti menyarankan agar pengiriman alat tes Covid-19 dikirim menggunakan drone ke kediaman masing-masing peserta tes.


Posted: Minggu, 26 April 2020 | 13:45 WIB
Peneliti Sarankan Pengiriman Tes COVID-19 Pakai Drone

Peneliti Sarankan Pengiriman Tes COVID-19 Pakai Drone

hitekno.com - Mendukung himbauan physical distancing guna memotong rantai penyebaran COVID-19, peneliti menyarankan untuk mengirimkann alat tes pakai drone di rumah masing-masing. 

Menurut para peneliti dari Universitas Linköping Swedia, cara ini akan memudahkan pihak berwenang untuk menentukan siapa saja yang perlu dikarantina. Pada saat yang sama, langkah itu bisa memaksimalkan program physical distancing karena masyarakat tidak perlu mengunjungi fasilitas pengujian yang kemungkinan menimbulkan keramaian, yang justru berpotensi menyebarkan virus corona.

Tak hanya berpendapat saja, para peneliti juga membuat konsep dan dampak pengiriman alat tes virus corona di sebuah kota yang warganya positif terjangkit Covid-19.

Mereka menyarankan agar pemerintah menyiapkan 36 drone yang masing-masing membawa 100 alat tes untuk dibagikan kepada semua orang di kota tersebut yang mempunyai populasi 100.000 jiwa secara berulang, setiap empat hari sekali.

"Jika setiap individu melakukan tes dalam 30 hari, maka ini akan memetakan kurva data yang cukup signifikan," tulis studi tersebut, seperti dilansir laman Daily Mail, Minggu (26/4/2020).

Laporan tersebut juga menulis bahwa penggunaan drone untuk mengirimkan alat tes virus corona akan proaktif untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

"Pengujian massal mungkin terhambat secara serius oleh ketakutan masyarakat untuk mengunjungi fasilitas pengujian karena potensi konsentrasi infeksi yang tinggi di sana," ujar salah seorang peneliti, Leonid Sedov.

"Ketakutan ini dikonfirmasi oleh pejabat kesehatan yang menyarankan agar tidak mengunjungi rumah sakit, kecuali jika diperlukan," lanjutnya.

Setelah alat tes virus corona diberikan dan dipakai oleh masyarakat, pesawat nirawak ini pula yang mengantarkan sampel tes ini kembali ke laboratorium penelitian, untuk diperiksa lebih lanjut.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

"Berita baiknya adalah tes Covid-19 tidak harus dilakukan di fasilitas yang ditunjuk. Ini adalah sebuah solusi yang baik dengan menggunakan pesawat tanpa awak untuk mendistribusikan tes kepada populasi serta untuk mengumpulkan tes kembali, membawanya ke laboratorium," sambung Sedov.

Baca Juga: Samsung dan Google Gratiskan Perbaikan HP untuk Tenaga Medis

Setelah diuji di laboratorium, hasil tes bisa dibagikan kembali kepada masyarakat yang bisa diakses secara digital.

"Hasil tes kemudian dapat dikomunikasikan kembali kepada orang-orang secara elektronik, sehingga mereka yang memiliki tes positif menempatkan diri mereka dalam karantina," kata Sedov.

Sedangkan untuk pengaturan dronenya, para peneliti memodelkan rute pesawat tanpa awak ini dengan kapasitas kargo berbeda yang terbang selama 12 jam per hari, agar tidak mengganggu tidur orang, dengan kecepatan 37 mil per jam (60 km/jam).(Suara.com/Tivan Rahmat)

×
Zoomed
Berita Terkini

Temukan software kloning SSD gratis terbaik di 2026. Bandingkan pilihan terbaik dan pelajari cara mengkloning SSD dengan...

gadget | 17:54 WIB

ASUS resmi memperkenalkan ProArt Mini PC GR1X bertenaga NVIDIA RTX Spark di IFA 2026. Simak spesifikasi PC AI lokal komp...

gadget | 07:00 WIB

Cek daftar harga HP Xiaomi September 2026 resmi di Indonesia. Temukan rincian harga lengkap dari Redmi, POCO, hingga Xia...

gadget | 13:48 WIB

Cek rekomendasi HP Realme Snapdragon dengan baterai 7.000 mAh terbaik. Dapatkan performa multitasking gahar dan daya tah...

gadget | 10:42 WIB

Cek daftar harga iPhone September 2026 resmi Indonesia. Temukan rincian harga lengkap iPhone 15, 16, Air, hingga 17 Pro ...

gadget | 17:23 WIB