Selasa, 20 Juni 2023 | 16:02 WIB

Apa Arti Roleplay RP yang Viral di TikTok?

Dany Garjito
Ilustrasi bibir seksi. (Pixabay)
Ilustrasi bibir seksi. (Pixabay)

Tech.hitekno.com - Apa Arti Roleplay RP yang Viral di TikTok?

Roleplay atau RP viral di Tiktok. Permainan ini akhir-akhir ini jadi perbincangan panas karena muncul video yang menampilkan seorang ayah yang memarahi anaknya setelah bermain roleplay rp tersebut.

Sang ayah ngamuk sampai main tangan setelah anak gadisnya yang baru berumur sebelas tahun ketahuan roleplay dengan orang asing. Namun, apa yang dia mainkan tidak sesuai dengan usia. Lantas, apa itu roleplay di Tiktok yang viral ini?

Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp: Bisa Bisukan Penelepon Tidak Dikenal dan Pemeriksaan Privasi

Roleplay atau RP adalah sebuah permainan di mana seseorang menirukan peran orang lain. Biasanya orang yang ditiru adalah idola seperti bintang pop Korea, artis-artis Hollywood, hingga tokoh-tokoh fiksi di anime.

Para pemain atau roleplayer yang kebanyakan adalah remaja Gen Z menirukan sang idola mulai dari cara berpakaian, gaya bicara, hingga adegan-adegan khas. 

Di Tiktok, para roleplayer bahkan bisa terhubung dengan sesama roleplayer melalui fitur RP Tiktok. Setelah sesama pemain saling follow atau mutualan mereka bisa bermain roleplay bersama-sama. Mereka akan membuat video dengan menirukan tokoh idola kemudian membuatnya viral di Tiktok. 

Baca Juga: Twitter akan Sediakan Fitur Pembayaran, Mau Jadi E-Commerce?

Meski sedang hype, permainan roleplay juga bisa berdampak buruk bagi anak-anak. Terutama bagi mereka yang belum sepenuhnya mengerti dampak buruk bermain media sosial.

Mengutip sejumlah sumber, menirukan sang idola ketika bermian roleplay di Tiktok berpotensi mengumbar hal-hal vulgar yang bisa berimbas kepada aksi pornografi. Gambar-gambar ini bisa saja dengan mudah tersebar sehingga anak berpotensi menjadi korban Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). 

Belum lagi dampak sosial di sekolah di mana sesama anak saling memamerkan video roleplay mereka dengan idola masing-masing. Anak bisa diejek oleh anak lain dengan idola berbeda. Jika hal ini terus berlanjut, anak berpotensi menjadi korban bullying oleh teman sebaya mereka. Selain kekerasan verbal anak juga bisa diperas atas nama idola mereka. Di samping itu, akan ada persaingan tidak sehat antarteman karena merasa idola merekalah yang terbaik. 

Baca Juga: Satelit komunikasi Indonesia SATRIA berhasil diluncurkan, Apa Kegunannya?

Untuk menghindari hal-hal tersebut, penting bagi orang tua untuk memberikan pemahaman kepada sang anak terkait etika bermain media sosial. Jangan lakukan roleplay dengan melanggar batas, seperti memamerkan bagian tubuh yang sensitif, atau menyebar hate speech di kolom komentar roleplayer lain. (Suara.com)

Tag

Berita Terkait

Terpopuler

perangkat

Terkini

Load More
Ikuti Kami