Sains

Carikan Jodoh, Jepang Gunakan Teknologi AI Sebagai Mak Comblang

Pemerintah Jepang sedang mendorong pertumbuhan angka kelahiran di negara tersebut, dengan cara mencarikan jodoh bagi warganya.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi pernikahan. (pexels/Jeremy Wong)
Ilustrasi pernikahan. (pexels/Jeremy Wong)

Hitekno.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau teknologi AI telah merambah berbagai bidang. Bahkan Jepang menjadikannya sebai mak comblang, alias alat untuk menemukan jodoh.

Pemerintah Jepang sendiri tengah berupaya meningkatkan angka kelahiran yang semakin menurun di negara tersebut. Termasuk dengan cara mencarikan jodoh warganya.

Pemerintah akan mencoba membantu lelaki dan perempuan lajang untuk menemukan cinta sejati sehingga mereka menikah dan memulai keluarga. Saat ini, jumlah pernikahan tahunan di Jepang telah turun. Contohnya pada 2000 terjadi 800.000 pasangan menikah dan pada 2019 hanya dicatat ada 600.000.

Menurut SoraNews24, sekitar 25 dari 47 prefektur di Jepang saat ini memiliki semacam layanan perjodohan yang dikelola pemerintah untuk para lajang. Pengguna cukup mengisi preferensi mengenai calon pasangan, seperti usia, pendapatan, dan tingkat pendidikan. Layanan kencan kemudian memberikan daftar pengguna lain yang memenuhi kriteria tersebut.

Namun, Kantor Kabinet Jepang sekarang menganggap layanan kencan saat ini tidak cukup canggih untuk membantu para jomblo menjalin hubungan yang langgeng. Oleh karena itu, pemerintah menggunakan bantuan teknologi AI.

Ilustrasi teknologi AI. (Pixabay)
Ilustrasi teknologi AI. (Pixabay)

Sistem kencan dengan kecerdasa buata ini baru akan bekerja dengan meminta pengguna menjawab pertanyaan yang lebih spesifik dan telah disesuaikan dengan nilai-nilai pribadi pengguna pada berbagai topik.

Dilansir dari CNET pada Jumat (11/12/2020), pengguna juga harus memberikan lebih banyak informasi tentang hobi dan minatnya.

Dengan menggunakan layanan yang lebih berorientasi pada kepribadian ini memungkinkan tingkat kecocokan pasangan yang lebih tinggi dan dapat mengarah pada pernikahan.

Pemerintah juga akan membayar dua pertiga dari biaya untuk memperkenalkan dan mengoperasikan sistem AI yang baru dan lebih baik.

Saat ini, Kantor Kabinet Jepang meminta persetujuan anggaran sebesar 2 miliar yen untuk layanan kencan dengan kemampuan AI yang baru. Layanan ini akan diluncurkan pada awal musim semi.

Itulah upaya pemerintah Jepang dalam membuat mak comblang dengan teknologi AI untuk mencarikan jodoh warganya. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait