Sains

Harganya Mencapai Rp 24 Miliar, Ini Koin Langka Kembalian Makan Siang

Hanya menerima uang kembalian makan siang, orang ini langsung kaya mendadak.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Koin langka yang terbuat dari tembaga di tahun 1943. (Heritage Auction)
Koin langka yang terbuat dari tembaga di tahun 1943. (Heritage Auction)

Hitekno.com - Koin langka yang bergambar presiden terkenal Amerika Serikat, Abraham Lincorl, siap dilelang. Koin tersebut sangat langka karena sejarahnya, sehingga diperkirakan harganya dapat mencapai Rp 24 Miliar.

Hal yang menjadi menarik koin itu adalah hasil kembalian makan siang yang diterima oleh seorang remaja.

Koin langka tersebut diproduksi oleh U.S. Mint dan disebut sebagai koin ''paling terkenal'' karena dihasilkan dari kesalahan.

Pada tahun 1942, uang logam seharusnya diproduksi dari baja untuk menghemat tembaga yang ada.

Pemerintah AS pada saat itu sangat menghemat tembaga karena masih dibutuhkan untuk produksi peluru, kabel telepon, dan ''kebutuhan perang'' lainnya.

Namun, beberapa perunggu diketahui telah ''jatuh'' dan terperangkap dalam mesin cetak milik U.S. Mint.

Koin sen ''tembaga'' akhirnya hilang dalam jutaan koin sen ''baja'' yang lolos uji kontrol dari pabrik koin tersebut.

Diyakini terdapat koin langka yang terbuat dari tembaga dan beredar di dalam sirkulasi.

Seorang remaja berusia 16 tahun yang bernama Don Lutes Jr. dari Pittsfield berhasil menemukannya dalam kejadian yang tak terduga.

Pada tahun 1947, ia menemukan koin langka dalam uang kembalian saat membeli makan siang di kantin sekolah.

Pada saat itu, terdapat rumor bahwa Henry Ford akan memberikan mobil baru bagi siapa aja yang memiliki koin ''tembaga'' langka tahun 1943.

Pabrik pembuat koin U. S. Mint. (Wikipedia/ United States Department of the Treasury)
Pabrik pembuat koin U. S. Mint. (Wikipedia/ United States Department of the Treasury)

 

Dikutip dari Geek, Lutes menghubungi Ford Motor Company, untuk menagih janji itu.

Namun sayangnya, perusahaan mobil itu memberitahu bahwa rumor yang ada ternyata kesalahan.

Lutes juga menghubungi U.S. Mint, namun mereka membantah adanya spesimen tembaga yang diproduksi oleh mereka.

Ia masih tetap menyimpan koin langka itu dan akhirnya meninggal pada September 2018.

Tampilan belakang Koin langka yang terbuat dari tembaga di tahun 1943. (Heritage Auction)
Tampilan belakang Koin langka yang terbuat dari tembaga di tahun 1943. (Heritage Auction)

 

Koin tersebut akhirnya siap dilelang melalui Heritage Auction dan diperkirakan harganya akan sangat mahal.

Spesimen tembaga itu akan dibuka untuk penawaran pertama sebesar 100 ribu dolar AS atau Rp 1,4 miliar.

Namun koin langka yang sama pernah dijual oleh dealer koin langka di New Jersey dan harganya mencapai 1,7 juta dolar AS atau Rp 24 miliar.

Wah, Lutes ternyata sangat beruntung memiliki koin langka yang memiliki sejarah unik.

Berita Terkait