Sains

Menurut Ilmuwan, Kiamat 2019 Bisa Terjadi Karena Objek Ini

Cukup menyeramkan?

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ilustrasi. (Tunis/Daily News)
Ilustrasi. (Tunis/Daily News)

Hitekno.com - Para ilmuwan baru saja merilis kabar mengejutkan untuk seluruh penghuni Bumi. Kabar mengejutkan tersebut mengenai prediksi kiamat yang akan datang pada 1 Februari 2019. Bagaimana penjelasan kiamat 2019 ini?

Pernyataan ini tentu sangat berdasar. Pasalnya, para astronom mengungkapkan bahwa sebuah asteroid besar dijadwalkan akan segera menabrak Bumi pada pagi hari di tanggal tersebut.

Jika hal ini terjadi, maka seluruh benua yang ada di Bumi akan dihantam nuklir di musim dingin dan akan mengakibatkan kepunahan besar bagi seluruh manusia.

Kalau pada pendapat sebelumnya, para pengamat asteroid berpendapat jika Bumi akan berakhir dalam waktu 17 tahun, maka hal tersebut meningkat sebanyak satu banding 75.000 kali.

Hal ini sebanding dengan satu dari 10.000 peluang seseorang dapat tewas dalam kecelakaan mobil selama satu tahun. Sehingga ada 100.000 peluang terbunuh dapat terjadi.

Ilustrasi asteroid menuju Bumi. (Metro)
Ilustrasi asteroid menuju Bumi. (Metro)

 

Pada bulan yang sama, Februari, para astronom juga menemukan potensi ancaman lainnya yang disebut sebagai 2002 CU11.

Bebatuan Armageddon terbaru lainnya yang bernama NT7 2002 yang kemungkinan juga akan menghantam Bumi ini sudah dipantau sejak 9 Juli 2018 oleh NASA dan Linear Observatory Angkatan Udara milik Amerika Serikat di New Mexico.

Sadar betul dengan ancaman benda luar angkasa yang akan menghantam Bumi, para ilmuwan dari NASA beserta Universitas Pisa di Italia terus melakukan perhitungan orbit miring antara Mars dan Bumi yang berada antara 0,6 dan 2,5 mil.

Pada perhitungan awal, NT7 2002 ini akan mendekati Bumi pada tahun 2019. Apakah ini yang menyebabkan kiamat 2019 nanti?

Jika akan bertabrakan dengan Bumi dalam kecepatan tertentu, dampaknya terhadap Bumi diprediksi mencapat 18 mil per detik dan cukup untuk menghilangkan seluruh benua dan membawa kehancuran pada umat manusia.

Menurut perhitungan para ahli, benda luar angkasa ini kemungkinan akan bertabrakan dengan Bumi dalam angka probabilitas satu dari 60.000.

Sumber: Deccan Chronicle
Ilustrasi. (Deccan Chronicle)

 

Namun, peluang untuk melawan tabrakan bisa saja menjadi satu dari 75.000. Sayangnya, sudah dipastikan jika objek ini berada di jalur tabrakan dengan Bumi.

Benda seukuran NT7 2002 ini rupanya hanya menghantam Bumi setiap satu atau dua juta tahun.

Pendapat lain datang dari Dr. Benny Peiser, seorang antropolog di Liverpool Moores University. Ia mengatakan jika dirinya yakin bahwa risiko kiamat sangat rendah.

Menurutnya kondisi mencekam ini hanya akan menciptakan kehancuran kehidupan ekonomi dan sosial manusia kepada kondisi Zaman Kegelapan.

Lebih lanjut, para ilmuwan di seluruh dunia akan terus melakukan pemantauan mengenai resiko yang bisa saja terjadi dari kedatangan objek luar angkasa yang mampu membuat Bumi kiamat 2019 ini.

Berita Terkait