Sains

Ilmuwan Ciptakan Sel Hibrida, Campuran Manusia dan Domba

Untuk membuat chimera ini, peneliti mengisolasi sel induk hewan, kemudian menyuntikkan beberapa sel induk ke dalam embrio spesies lain.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Sumber: The Parody Wiki
Sumber: The Parody Wiki

Hitekno.com - Jika kamu pernah mendengar chimera, kamu pasti akan berkata bahwa hal itu merupakan mitos dan hanya ada di dalam legenda. Namun, ilmuwan berusaha keras untuk mewujudkan chimera dengan mengembangkan sel hibrida gabungan manusia dan domba.

Sel hibrida itu berfungsi untuk transplantasi organ yang akan berguna untuk manusia di masa depan. Chimera merupakan seekor hewan atau makhluk yang terdiri dari 2 tubuh hewan dalam satu tubuh.

Chimera atau sering juga disebut khimaira adalah sebuah legenda Yunani kuno. Homer menggambarkan hibrida unik khimaira sebagai "buatan abadi, bukan manusia, dengan bagian depan singa dan ular di belakangnya, kambing di tengah".

Dilansir dari Nerdiest, sekelompok ilmuwan dari Stanford University dan University of California mengklaim telah berhasil menciptakan hibrida manusia dan domba. Sel hibrida itu gabungan dari embrio domba dengan 0,01 persen sel manusia.

Untuk membuat chimera ini, peneliti mengisolasi sel induk hewan, kemudian menyuntikkan beberapa sel induk ke dalam embrio spesies lain.

Pada pertemuan tahunan ke-17 AAAS 2018, seorang peneliti bernama Pablo Ross dari University of California mengumumkan bahwa dia telah menyempurnakan jumlah sel manusia dalam embrio domba ke 1 dari setiap 10.000.

"Kami percaya bahwa itu belum cukup untuk menghasilkan organ," kata Ross dalam sebuah pernyataan. Sekitar 1 persen dari embrio harus berasal dari manusia untuk memastikan transplantasi organ bekerja dengan baik.

Contoh Embrio Hibrida (Sumber: Nerdiest)
Contoh Embrio Hibrida
(Sumber: Nerdiest)

Ross juga mengatakan bahwa penelitian ini bisa maju secara signifikan jika pembiayaan lancar. NIH (National Institute of Health of the USA) melarang pendanaan publik untuk membiayai penelitian hibrida manusia dan hewan. Penelitian yang dilakukan oleh Ross hanya dibiayai oleh pihak swasta.

Ross optimis tentang organ hibrida ini. Meskipun pendekatan yang dilakukannya kontroversial, namun apa yang dilakukannya memberi harapan pada orang-orang yang sekarat.

"Kita perlu mengeksplorasi semua kemungkinan alternatif untuk menyediakan organ bagi orang sakit," tutupnya. Meski kontroversial, sel hibrida manusia dan domba bisa dijadikan batu loncatan untuk alternatif transplantasi organ di masa depan.

Berita Terkait