Viral Ayah Pukuli Anak di Area Sekolah, Berujung Minta Maaf Setelah Didatangi Polisi

Tindakan seorang ayah ini bikin netizen geram.


Posted: Sabtu, 01 April 2023 | 21:26 WIB
Viral Ayah Pukuli Anak di Area Sekolah, Berujung Minta Maaf Setelah Didatangi Polisi

Viral Ayah Pukuli Anak di Area Sekolah, Berujung Minta Maaf Setelah Didatangi Polisi

hitekno.com - Sebuah video mengenai seorang ayah yang memukul anak secara bertubi-tubi viral di media sosial. Tak sedikit netizen yang merasa geram terhadap kekejaman pria tersebut di muka umum.

Setelah diselidiki dan didatangi oleh pihak berwajib, sang ayah akhirnya meminta maaf.

Ia telah menandatangani surat pernyataan bahwa dirinya meminta maaf serta tidak akan melakukan perbuatan serupa lagi.

Video viral ayah memukuli anak diunggah oleh akun Instagram @berbagiinfo_newss.

Peristiwa itu terjadi di area Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) di Desa Watumelomba, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (22/3/2023) pukul 13.00 WITA.

Video viral ayah pukuli anak. (Instagram)
Video viral ayah pukuli anak. (Instagram)

Kekinian diketahui pelaku penganiayaan berinisial TA (43). Sedangkan korban berinisial AS (10).

"Saat disabet pakai kayu, bocah 10 tahun itu terus menerus meminta ampun dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya," tulis @berbagiinfo_newss, dikutip Sabtu (1/4/2023).

Dalam video singkat itu sang ayah seolah tak peduli dengan rintihan dan jeritan kesakitan sang anak.

Pelaku terus saja memukuli anaknya pakai kayu yang disaksikan ibu dan rekan-rekan korban.

Peristiwa ini pun membuat netizen geram. Publik mengecam aksi pelaku yang tega pukuli sang anak pakai kayu.

Baca Juga: Buntut Kasus Korupsi BTS BAKTI Kominfo, Kejagung Cekal 2 Orang Ini ke Luar Negeri

"Bukan orangtua itu, binatang," tulis @ac**ath*qi.

"Ayah setan itu," komentar @dh**l_*7.

"Tangkap dan dipenjarakan ini mah," tulis @ban**oc**ein.

"@kpai_official lu orang pada tidur yak?" tulis @b**a*enie.

Motif Penganiayaan

Sementara itu, Kapolsek Poelang Iptu Bustaman mengatakan, motif penganiayaan dilatarbelakangi adanya laporan guru korban.

Saat itu, guru korban menginformasikan bahwa AS melakukan perusakan dan mencoret dinding sekolah menggunakan tinta printer.

Mendapati laporan dari guru tersebut, TA merasa malu dengan kelakuan AS di sekolah hingga berujung memukul anaknya sendiri memakai kayu di area sekolah.

"Orangtuanya ini anak dapat laporan dari guru kalau anaknya mengotori atau menghambur buku di dalam kantor MIS. Termasuk mencoret dinding dengan menggunakan tinta suntikan cartridge printer," kata Bustaman.

Atas aksi viralnya itu, pelaku harus menandatangani perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Sementara kondisi korban telah membaik setelah mendapat perawatan di puskesmas setempat. Dan pelaku pun telah meminta maaf. (Suara.com/ Nur)

×
Zoomed
Berita Terkini

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB

Transformasi digital di Asia jadikan identitas digital sebagai infrastruktur vital. Simak pentingnya sistem akses terint...

internet | 15:23 WIB

Video buram, kusam dan kurang oke? AI yang satu ini bisa jadi solusi mujarab....

internet | 16:34 WIB