Internet

Incar Segmen Non Musik, Spotify Sekarang Jualan Audio Books

Audio Books ini harus dibeli sebelum didengarkan, baik oleh pengguna premium ataupun biasa.

Cesar Uji Tawakal

Ilustrasi Spotify. (Pixabay)
Ilustrasi Spotify. (Pixabay)

Hitekno.com - Spotify baru-baru ini meluncurkan buku audio yang bisa dibeli di Amerika Serikat. Pendengar dapat menelusuri perpustakaan 300.000 judul dari penerbit besar dan kecil di hub buku audio baru, serta dalam pencarian Spotify.

Tetapi tidak seperti musik atau podcast, judul Audio Books memiliki ikon kunci di sebelahnya.

Dilansir dari Cnet, Spotify akan meminta Anda untuk membayar setiap kali Anda ingin mendengarkan buku audio. Setelah pratinjau gratis yang tidak ditentukan, Anda harus mengklik tautan yang mengarahkan Anda keluar dari aplikasi Spotify ke situs web transaksionalnya.

Di sana, Anda akan disuruh membeli Audio Books, tidak peduli apakah Anda anggota premium dengan langganan berbayar atau Anda mendengarkan Spotify gratis dengan iklan.

Langkah ini memperluas jangkauan Spotify yang kini tak sekadar menyasar lagu, tapi juga merangkul konten audio lainnya.

Karena budaya pada umumnya telah bergeser ke streaming sebagai cara paling umum orang mendengarkan musik, Spotify telah muncul sebagai layanan musik dominan di dunia, dengan 433 juta total pendengar di seluruh dunia.

Logo Spotify. (Pixabay)
Logo Spotify. (Pixabay)

Selama tiga tahun terakhir, ia telah secara agresif berkembang menjadi podcast, membingkai ulang dirinya sebagai layanan masuk dunia untuk audio secara lebih luas.

"Kami percaya bahwa buku audio dalam berbagai bentuknya akan menjadi peluang besar," kata CEO Daniel Ek pada bulan Juni kepada investor dan analis.

"Seperti yang telah kami lakukan dalam podcasting, harapkan kami bermain untuk menang."

Hingga saat ini, Audible Amazon adalah pemimpin pasar dalam buku audio, menjadi pemain yang harus dikalahkan Spotify.

Pada Agustus 2020, Audible meluncurkan paket berlangganan yang lebih murah. Dengan peluncuran layanan baru Spotify ini, keduanya berlomba untuk mendominasi audio di luar musik.

Berita Terkait