Internet

Foto Jadul Keluarga Ningrat di Jawa Tahun 1900, Netizen Soroti Hal Ini

"Tanpa senyum tapi tetap bersahaja," kata netizen.

Rezza Dwi Rachmanta

Foto jadul keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900. (Leiden University Libraries via Facebook Potret Sejarah Indonesia)
Foto jadul keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900. (Leiden University Libraries via Facebook Potret Sejarah Indonesia)

Hitekno.com - Foto jadul dapat menyimpan nilai sejarah bagi generasi puluhan tahun yang akan datang. Sebuah foto lawas mengenai keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900 ini berhasil menarik perhatian netizen.

Akun fanspage Facebook Potret Sejarah Indonesia membagian foto jadul sebuah keluarga dengan penampilan cukup elegan pada masanya. Foto lawas itu adalah unggahan ulang dari arsip milik KITLV Leiden dan Leiden University Libraries.

Laman perpustakaan Leiden University Libraries menyimpan ratusan foto mengenai kondisi Cirebon pada periode 1890 hingga 1950.

"Een deftige Javaanse familie, vermoedelijk uit Cheribon. (Sebuah keluarga Jawa kelas atas atau 'ningrat', kemungkinan dari Cirebon)," bunyi keterangan dari Leiden University Libraries.

Foto turut memperlihatkan tiga subjek geografi termasuk Cirebon, Jawa Barat, dan Indonesia. Kita bisa melihat keluarga tersebut memakai pakaian tradisional dan mengenakan jarit batik.

Foto jadul keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900. (Facebook/ Potret Sejarah Indonesia)
Foto jadul keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900. (Facebook/ Potret Sejarah Indonesia)

Pria pada foto mengenakan beskap atau jas tutup kemeja pria dalam tradisi Jawa. Keluarga tersebut nampak berfoto tanpa memperlihatkan senyuman.

Banyak netizen penasaran mengenai penyebab orang-orang periode lawas yang jarang memperlihatkan senyuman.

Dari puluhan ribu foto jadul di lama perpustakaan online, sebagian besar di antaranya memang menampakkan foto bangsawan tanpa senyuman.

Dikutip dari Time, fotografi pertama yang tersimpan pada arsip direkam sekitar tahun 1820-an. Butuh waktu hingga tahun 1920-an dan 1930-an agar senyum mulai menjadi ekspresi standar dalam foto.

Angus Trumble, direktur Galeri Potret Nasional di Canberra, Australia, mengungkap bahwa kemungkinan orang jarang tersenyum pada foto lawas terletak pada kesehatan gigi. Kondisi gigi buruk bisa menjadi penyebab "bungkamnya" orang-orang pada era lawas.

Penjelasan umum lain tentang kurangnya senyum dalam foto abad ke-19 adalah karena pada saat itu sangat lama untuk mengambil foto. Mengingat teknologi kamera cukup terbatas, orang-orang di dalam foto tidak dapat menahan senyum cukup lama.

Foto jadul keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900. (Leiden University Libraries)
Foto jadul keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900. (Leiden University Libraries)

Christina Kotchemidova, seorang profesor yang mempelajari sejarah senyum pada fotografi memiliki pendapat lain. Ia berpendapat bahwa tersenyum bukanlah respons naluriah.

Para ahli mengungkap bahwa jarangnya senyum disebabkan karena kebiasaan orang pada saat itu. Status sosial turut mempengaruhi hal tersebut.

Posisi diam dan mengarah dengan mimik serius ke arah kamera menyiratkan bahwa mereka merupakan warga kelas atas. Foto lawas keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900 ini memancing beragam komentar dari netizen.

"Tanpa senyum tapi tetap bersahaja," kata Y**lli*y Az**asya.

"Mungkin orang-orang dulu dalam masa genting karena masa penjajahan sehingga jarang senyum dan sedikit tegang," pendapat Ah**d R**ie.

"Foto langka, ornamen perhiasannya keren-keren," puji Nar**dr* D**i. Itulah tadi foto jadul keluarga ningrat di Jawa pada tahun 1900 yang menarik perhatian netizen, bagaimana pendapat kalian?

Berita Terkait