Internet

Lihat Iklan Jadul Biro Haji Tahun 1969, Harga dan Syaratnya Bikin Salfok

Iklan "Berhadji dengan Udara" ini berhasil menarik perhatian netizen.

Rezza Dwi Rachmanta

Iklan jadul dari agen biro pemberangkatan haji ini menarik perhatian netizen. (Facebook/ Perpustakaan Nasional)
Iklan jadul dari agen biro pemberangkatan haji ini menarik perhatian netizen. (Facebook/ Perpustakaan Nasional)

Hitekno.com - Dokumen mengenai foto dan iklan jadul dapat memiliki nilai sejarah tersendiri bagi generasi setelahnya. Sebuah iklan jadul terkait biro haji tahun 1969 ini berhasil menarik perhatian netizen.

Akun Facebook resmi dari Perpustakaan Nasional RI membagikan foto mengenai pariwara dari agen biro haji. Persyaratan yang diberikan nampak sedikit berbeda dibandingkan zaman sekarang.

Tak hanya persyaratan, namun netizen juga dibuat salfok dengan nominal uang yang diperlukan untuk naik haji di tahun tersebut.

"Pimpinan Mukersa Hadji dalam ketentuanja pada tanggal 17 Djanuari 1969 telah memutuskan membuka kesempatan baru bagi Tjalon Djemaah Hadji melalui udara dengan menggunakan pesawat 'Bristol Brittannia 102' dari perusahaan Indonesia Civil Air Trans-Port (ICA) dengan harga Rp 325 ribu," tulis keterangan pada iklan yang masih menggunakan ejaan lama.

Berdasarkan keterangan dari akun Perpustakaan Nasional, calon jamaah haji di tahun itu memperoleh beberapa hak yaitu uang saku, seragam, tilam dan bantal, bagasi 30 kg, serta uang saku setelah kembali ke Indonesia.

Iklan jadul dari agen biro pemberangkatan haji ini menarik perhatian netizen. (Facebook/ Perpustakaan Nasional)
Iklan jadul dari agen biro pemberangkatan haji ini menarik perhatian netizen. (Facebook/ Perpustakaan Nasional)

Iklan jadul juga mencantumkan bahwa pendaftaran calon jamaah haji yang akan berangkat ditutup pada 30 Januari 1969. Salah satu persyaratan yang diperlukan saat itu adalah calon jamaah haji harus tidak terlibat G30S PKI.

Jika dilihat dari tahunnya, iklan ini hanya berselisih empat tahun dengan peristiwa Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Sebagai informasi, peristiwa G30S PKI yang memakan korban beberapa jenderal TNI AD itu terjadi pada 30 September 1965.

Deretan dokumen yang diperlukan sesuai informasi pada iklan jadul itu adalah surat tidak tersangkut G30S PKI, surat kesehatan, dan 15 lembar foto. Agen biro pemberangkatan haji tersebut rupanya beralamat di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Banyak netizen yang membahas mengenai persyaratan hingga harga yang ditawarkan. Melalui iklan jadul yang pernah beredar sebelumnya, harga Vespa Sprint 1968 dibanderol sekitar Rp 260 ribu. Sementara Honda 125 cc tahun 1969 diiklankan dengan harga Rp 200 ribu. Postingan mengenai iklan jadul biro haji tahun 1969 ini memancing beragam komentar dari netizen.

Iklan jadul dari agen biro pemberangkatan haji ini menarik perhatian netizen. (Facebook/ Perpustakaan Nasional)
Iklan jadul dari agen biro pemberangkatan haji ini menarik perhatian netizen. (Facebook/ Perpustakaan Nasional)

"Dulu: Surat bebas G30S. Sekarang: Surat bebas Covid-19," kata Wi**u Set**ko.

"Wah cuma Rp 300 ribu. Kalau disertakan kurs, setara berapa ya saat ini," balas D**as J**bo.

"Kalau dulu, jangankan naik haji, untuk jadi ASN saja jangan berharap kalau masih ada dari garis keturunan G30S PKI," kenang M**ini M**iling.

"Itu pakai surat bebas G30S segala ya," pendapat A*a K**a.

Itulah tadi postingan mengenai iklan jadul biro haji tahun 1969 yang menarik perhatian netizen, bagaimana pendapat kalian?

Berita Terkait