Kalah Gugatan Privasi, Zoom Bayar Rp 1,2 Triliun

Zoom juga diminta meningkatkan keamanan layanannya.

Agung Pratnyawan HiTekno.com

Posted: Senin, 02 Agustus 2021 | 19:00 WIB
Kalah Gugatan Privasi, Zoom Bayar Rp 1,2 Triliun

Kalah Gugatan Privasi, Zoom Bayar Rp 1,2 Triliun

hitekno.com - Zoom Video Communications kalah dalam gugatan pelanggaran privasi, yang akhirnya harus membayar 85 juta dolar AS atau Rp 1,2 triliun.

Selain harus membayar sebesar itu, Zoom Video Communications juga diminta meningkatkan keamanan layanan video telekonfrensi ini.

Gugatan tersebut mengklaim bahwa aplikasi video telekonfrensi ini melanggar privasi pengguna karena membagikan data pribadi dengan Facebook, Google, dan LinkedIn.

Mereka juga dituduh membiarkan hacker mengganggu meeting Zoom atau yang biasa disebut Zoombombing.

Dikutip dari CNBC, Senin (2/8/2021), penyelesaian ini dilakukan oleh Hakim Lucy Koh di San Jose, California, Amerika Serikat.

Tuduhan kepada Zoom Video Communications ini dilakukan secara class action (berkelompok).

Namun layanan aplikasi video telekonfrensi ini kalah dalam pengadilan dari class action tersebut.

Ilustrasi aplikasi Zoom. (Unsplash/Allie)
Ilustrasi aplikasi Zoom. (Unsplash/Allie)

Nantinya, para penggugat ini akan mendapatkan kompensasi pengembalian dana 15 persen atau 25 dolar AS (Rp 361.000) bagi pengguna berlangganan.

Sedangkan pengguna non berlangganan mendapatkan 15 dolar AS atau Rp 216.000.

Selain menyelesaikan ganti rugi, Zoom juga sepakat untuk meningkatkan fitur keamanannya.

Baca Juga: Zoom Online Pakai Background, Siswa Ini Malah Lakukan Hal Tak Terduga

Mereka akan memperingatkan pengguna apabila mereka menggunakan aplikasi pihak ketiga saat rapat berlangsung.

Zoom juga akan menggelar pelatihan khusus kepada karyawan terkait privasi dan penanganan data.

"Privasi dan keamanan pengguna kami adalah prioritas utama untuk Zoom, dan kami menganggap serius kepercayaan yang diberikan pengguna kepada kami," kata Zoom.

Itulah kalahnya Zoom Video Communications dari class action yang harus membuatnya membayarRp 1,2 triliun. (Suara.com/ Dicky Prastya).

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Ada beberapa tahapan teknis yang menjadi penentu apakah video dapat diunduh. Begini penjabarannya....

internet | 19:51 WIB

Terkadang menyimpan video Youtube itu diperlukan, biar bisa menikmati konten secara offline....

internet | 19:03 WIB

Mantan anggota Tim Ahli Wantimpres, Sri Harjono, resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul Membangun Indonesia untuk Ke...

internet | 13:10 WIB

Belajar makin mudah dengan Gauth AI. Bisa buat kerjakan PR hingga belajar intens, zero prompt!...

internet | 16:45 WIB

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB