Internet

TikTok Hapus 7,3 Juta Akun Pengguna, Ini Alasannya

Apakah TikTok sedang bersih-bersih?

Agung Pratnyawan

Ilustrasi TikTok. (Unsplash/helloimnik)
Ilustrasi TikTok. (Unsplash/helloimnik)

Hitekno.com - TikTok telah mengumumkan penghabuskan 7,3 juta akun pengguna selama kuartal pertama 2021 ini. Penghapusan ini karena pengguna akun TikTok tersebut masih di bawah umur.

Aplikasi video pendek asal China ini mengatakan angka tersebut mempresentasikan 1 persen dari total keseluruhan pengguna TikTok di dunia.

Jutaan akun itu dihapus karena TikTok hanya memperbolehkan anak berusia 13 tahun ke bawah untuk menggunakan platform tersebut. Pengumuman jumlah penghapusan akun ini juga menjadi hal pertama yang dilakukan TikTok.

"Pengumuman mengenai detail pengguna di bawah umur ini akan membantu industri untuk menerapkan transparansi dan akuntabilitas seputar keselamatan pengguna," kata TikTok sebagaimana dilansir dari BBC, Jumat (7/2/2021).

Selain itu, TikTok juga mengumumkan sebanyak 61.951.327 video dihapus karena melanggar aturan aplikasi. Jika dipresentasikan, angka ini hanya di bawah 1 persen dari semua video yang diunggah.

Ilustrasi TikTok. (Pixabay/konkarampelas)
Ilustrasi TikTok. (Pixabay/konkarampelas)

TikTok juga memberikan detail aktivitas penghapusan video. 82 persen pengguna telah menghapus kontennya sebelum dilihat pengguna lain, 91 persen dihapus sebelum dilaporkan, dan 93 persen dihapus dalam waktu 24 jam setelah diunggah.

Kemudian 1.921.900 iklan ditolak karena melanggar kebijakan dan pedoman periklanan. Sedangkan total akun yang dihapus karena melanggar kebijakan mencapai 11.149.514 akun.

Lebih lanjut, TikTok menegaskan pihaknya telah mengupayakan beberapa hal untuk melindungi remaja di aplikasi, seperti membatasi fitur private messaging dan live streaming untuk mereka yang berusia di bawah 16 tahun.

Akun TikTok dengan pengguna yang berusia di bawah 16 tahun juga akan diatur menjadi akun pribadi secara otomatis. Fitur ini telah diperkenalkan pada Januari lalu.

Itulah penghapusan 7,3 juta akun TikTok karena penggunanya masih 13 tahun ke bawah. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait