Mayoritas Masyarakat Indonesia Ingin Pindah ke Jaringan Internet 5G

Data ini didapatkan dari riset Ericsson Research.

Agung Pratnyawan

Posted: Jum'at, 25 Juni 2021 | 11:30 WIB
Ilustrasi jaringan 5G. (Pixabay)

Ilustrasi jaringan 5G. (Pixabay)

Hitekno.com - Ericsson Research mengungkap hasil riset yang mendapati mayoritas masyarakat Indonesia pengguna smartphone berkeinginan untuk pindah ke jaringan internet 5G.

Terutama para pengguna smartphone di perkotaan yang menunjukkan ketertarikan tersebut.

"Hampir separuh pengguna ponsel yang disurvei mau mencoba 5G," kata Kepala ConsumerLab, Ericsson Research, Jasmeet Singh Sethi, dalam jumpa pers virtual, Kamis (24/6/2021).

Dalam laporan Ericsson ConsumerLab Five Ways to A Better 5G 2021, sejumlah 49 persen responden di Indonesia mau menggunakan jaringan 5G begitu tersedia, berdasarkan data Ericsson pada Desember 2020.

Kemauan menggunakan jaringan 5G masih tinggi, meski pun turun dibandingkan Maret 2019 yang menunjukkan ada 64 persen responden mau menggunakan internet 5G. Penurunan ini terjadi karena saat itu belum ada jadwal yang jelas ketersediaan 5G untuk komersial di Indonesia.

Keinginan beralih ke 5G juga didukung ketersediaan ponsel yang bisa menangkap jaringan radio telekomunikasi generasi terbaru ini. 19 persen responden yang disurvei sudah memiliki gawai yang mendukung jaringan 5G.

Ericsson Research memprediksi akan ada 5 juta pengguna smartphone 5G dalam dua tahun pertama setelah peluncuran jaringan internet 5G komersial di Indonesia.

Ilustrasi jaringan 5G. (Pixabay)
Ilustrasi jaringan 5G. (Pixabay)

Jaringan 5G menjanjikan internet yang jauh lebih cepat dibandingkan 4G, maka itu, harga jual paket data 5G umumnya juga lebih mahal dibandingkan 4G.

Data dari Ericsson Research menunjukkan 50 persen konsumen di Indonesia bersedia membayar 50 persen lebih mahal untuk paket data internet 5G, yang disertai bundel dengan digital lainnya.

Terdapat 10 persen konsumen yang mau membayar lebih hanya untuk paket 5G, tanpa dibundel dengan layanan digital lain.

Baca Juga: 5 HP Oppo yang Mendukung Jaringan 5G Indosat, Mulai Rp 3 Jutaan

Menurut Jasmeet, keinginan seperti ini tidak unik di Indonesia saja, namun, di negara-negara lain seperti India dan Brazil dan negara yang konsumennya berdaya beli tinggi.

Konsumen internet 5G kebanyakan tertarik menggunakan platform augmented reality (AR), durasi penggunaannya meningkat 3 jam per minggu dibandingkan pengguna 4G.

Ericsson Research juga melihat ada kenaikan durasi penggunaan streaming video sebesar 1,5 jam dibandingkan pengguna 4G.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) m...

internet | 20:00 WIB

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan te...

internet | 18:06 WIB

Rencana Pemerintah menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition/FR) untuk registrasi kartu SIM mulai 2026 men...

internet | 17:49 WIB

Netflix mengumumkan kerja sama terbaru dan pertama kalinya dengan Dee Lestari....

internet | 11:35 WIB