Internet

Setelah Heboh Babi Ngepet Depok, Netizen Saling Tolak Tampung Ibu Ini

Ada apa dengan ibu ini?

Agung Pratnyawan

Ilustrasi babi ngepet yang viral. (Instagram @ndorobeii)
Ilustrasi babi ngepet yang viral. (Instagram @ndorobeii)

Hitekno.com - Kasus babi ngepet Depok sempat ramai jadi sorotan netizen hingga heboh di media sosial. Namun setelah terungkap sebagai kabar bohong, sosok Ibu Wati giliran menjadi sorotan.

Ibu Wati jadi sorotan lantaran menuduh salah satu tetangganya telah menjalani ritual pesugihan babi ngepet, yang berujung membuat warga heboh.

Setelah terungkap sebagai kabar bohong, dilaporkan BeritaHits.id, Ibu Wati diusir dari Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kabar soal Ibu Wati diusir dari kampung tersebut menuai respons kocak di kalangan netizen. Mereka saling melempar dan menolak menampung Ibu Wati.

Pengelola akun Twitter @txtdarigajelas membagikan tangkapan layar reaksi netizen terkait Ibu Wati yang menggemparkan publik dengan isu babi ngepet.

"Malah jadi lempar-lemparan gini," tulis akun itu disertai emoji tertawa seperti dikutip beritahits.id pada Sabtu (1/5/2021).

Tidak Mau Menerima Ibu Wati

Wati, emak-emak yang menuduh tetangganya kaya karena babi ngepet. (Instagram @depok24jam)
Wati, emak-emak yang menuduh tetangganya kaya karena babi ngepet. (Instagram @depok24jam)

 

Dalam unggahan itu, netizen diketahui mengomentari pemberitaan salah satu media yang mewartakan kabar warga mengusir Ibu Wati akibat isu babi ngepet.

Diketahui bahwa warga setempat masih tidak terima meski Ibu Wakti sudah meminta maaf. Tak pelak, tetangga ramai-ramai memintanya meninggalkan kampung.

Terpantau salah seorang netizen mengawali dengan bertanya apakah warga Bekasi hendak menerima Ibu Wati yang ditolak masyarakat kampungnya.

"Barangkali warga Bekasi ada yang mau nerima si Ibu," ujar Vivittts.

Cuitan tersebut langsung direspons puluhan netizen. Bahkan, setelahnya muncul balasan sampai panjang dari netizen yang saling melempar Ibu Wati dari satu daerah ke daerah lain.

"Hadah... Bekasi nolak emak-emak kagak danta begini, Tangerang lebih cocok buat si Ibu," timpal Boonaku.

Hal itu disambar oleh netizen yang mengatakan Tangerang menolak keras Ibu Wati dan bertanya kepada warga Bandung.

Namun, tampak seolah warga Bandung enggan menerima Ibu Wati. Tak pelak, akun Adiksi_fiksi langsung menyarankan agar Ibu Wati untuk dipindahkan ke Semarang.

Warganet saling lempar untuk menampung Ibu Wati yang diusir dari kampung karena babi ngepet (Twitter/Txtdarigajelas).
Warganet saling lempar untuk menampung Ibu Wati yang diusir dari kampung karena babi ngepet (Twitter/Txtdarigajelas).

 

Reaksi penolakan Ibu Wati panjang. Bahkan setelahnya muncul berbagai kota lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Magelang, Bali, dan Madura. Akan tetapi tidak satupun kota digambarkan mau menerima Ibu Wati.

Sampai pada akhirnya, pemilik akun ElgarLouee menyarankan agar Ibu Wati dipindahkan ke tempat yang indetik dengan tahanan yakni Nusa Kambangan.

"Maaf nimbrung, kenapa gak dioper ke Nusa Kambangan aja?" tandasnya.

Ibu Wati Diusir Dari Kontrakan

Ibu Wati warga Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, diusir warga sekitar.

Ketua RW 10 Kampung Baru, Desa Ragajaya Syarif Nurzaman, mengatakan, ibu Wati sudah meninggalkan kontrakan yang ia tinggali pada Kamis (30/4/2021) kemarin sore.

Menurutnya, warga sudah muak dengan ucapan ibu Wati yang menuding tetangganya kaya raya karena diduga pelihara babi ngepet. Pernyataan Ibu Wati viral di media sosial belakangan ini.

"Udah pindah udah gak ada, kemarin sore pindahnya. disini dia cuma ngontrak saja," katanya saat dihubungi Suarabogor.id, Jumat (30/4/2021).

RW menjelaskan, bahwa Wati sudah tinggal di Kampung Baru setahun lamanya. Dia juga menilai, bahwa Wati tingkat sosialisasi dengan masyarakat cukup aktif

"Satu tahun tinggal di sana, kalau di masyarakat aktif," tukasnya.

Hingga akhirnya setelah diketahui babi ngepet Depok merupakan kabar bohong, Ibu Wati menjadi sorotan netizen di media sosial. (BeritaHits.id/ Hernawan).

Berita Terkait