Internet

Sendal Munarman Jadi Meme Kocak di Twitter, Netizen: Woy Siapa yang Bikin?

Meme sendal Munarman mana yang kamu suka?

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Meme kocak sendal Munarman. (Twitter)
Meme kocak sendal Munarman. (Twitter)

Hitekno.com - Penangkapan pengacara Habib Rizieq Shihab, Munarman menjadi perbincangan di media sosial. Terbaru, kata kunci terkait 'Sandal Munarman' merajai kolom Trending di Twitter sesaat setelah proses penangkapan terjadi.

Meme kocak terkait sandal Munarman ini langsung muncul usai video penangkapan terduga tindak terorisme ini beredar di Twitter. Saat ditangkap, Munarman sempat menolak dan meminta untuk mengenakan sendal.

Sayangnya, tindakan ini justru dilarang oleh aparat yang buru-buru memaksanya keluar dari kediamannya di Tangerang Selatan dan masuk ke sebuah mobil berwarna putih.

"Saya pakai sendal," kata Munarman seperti dikutip dari video viral tersebut.

Menyusul viralnya video penangkapan Munarman ini, berbagai meme kocak terkait sandal Munarman langsung saja menjadi viral di Twitter. Berikut beberapa di antaranya yang telah dirangkum oleh tim HiTekno.

"Minta nomor rekening Munarman, mau ku transfer buat beliin sandal" balas netizen.

"Akhirnya sendal yang diinginkan Munarman dikabulkan netizen. Woi siapa yang bikin? Jahil banget, tapi gue suka" komentar netizen.

Meme kocak sendal Munarman. (Twitter)
Meme kocak sendal Munarman. (Twitter)

 

Membuat puisi, meme sendal Munarman ini dihiasi wajah Fadli Zon dan Fahri Hamzah di kedua sisinya lho.

Meme kocak sendal Munarman. (Twitter)
Meme kocak sendal Munarman. (Twitter)

 

Hayo kalau ada banyak seperti ini, kira-kira sendal Munarman yang mana nih? Ada yang tahu?

Meme kocak sendal Munarman. (Twitter)
Meme kocak sendal Munarman. (Twitter)

 

Sebagai informasi, melansir dari Suara.com, Munarman ditangkap Densus 88 di rumahnya di Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. Munarman ditangkap sekira pukul 15.30 WIB sore tadi.

Penangkapan Munarman ini dilakukan lantaran pengacara Habib Rizieq Shihab ini diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Berita Terkait