Internet

Waduh, Gadis 12 Tahun Tuntut TikTok dengan Tuduhan Pelanggaran Data Pribadi

TikTok saat ini memang sedang mendapatkan sorotan terkait keamanan data pribadi.

Agung Pratnyawan

Ilusrasi Perlindungan Data Pribadi. (Pixabay/geralt)
Ilusrasi Perlindungan Data Pribadi. (Pixabay/geralt)

Hitekno.com - Seorang remaja perempuan berusia 12 tahun asal London, Inggris menuntuk TikTok dengan tuduhan telah melakukan pelanggaran data pribadi.

Gadis muda ini mengklaim kalau aplikasi berbagai video pendek tersebut telah melanggar peraturan perlindungan data yang ketat dilakukan di Uni Eropa.

Mengutip Phone Arena, Senin (4/1/2021), pengadilan London pun mengizinkan gugatan gadis ini dan mendaftarkannya secara anonim.

Anak tersebut akan diwakili oleh Anne Longfield selaku perwakilan dari Komisaris Anak untuk Inggris karena penuntut masih di bawah umur.

Menurut Longfield, status anonim gugatan ini sangat penting. Sebab, jika identitas dibuka, maka sang anak kemungkinan bakal mendapat intimidasi online oleh anak-anak lain ataupun pengguna aplikasi TikTok.

Ilustrasi perlindungan data pribadi. [Shutterstock]
Ilustrasi perlindungan data pribadi. [Shutterstock]

 

Tak hanya itu, sang anak selaku penuntut juga akan mendapatkan reaksi negatif atau permusuhan dari para influencer di media sosial jika identitasnya dipublikasikan.

Hakim Pengadilan Inggris, Mark Warby mengatakan bahwa anak tersebut bermaksud pergi ke pengadilan untuk menegaskan apakah hak privasinya dan hak orang lain telah dilanggar TikTok dengan cara melakukan pemulihan aplikasi.

Warby menambahkan, apabila gadis itu memberikan data anonimitasnya, maka itu akan berdampak mengerikan pada tuntutan anak untuk membuktikan hak perlindungan data mereka.

Di Eropa, TikTok sedang mendapat pengawasan ketat mengenai pengumpulan data pribadi anak-anak oleh pengawas Uni Eropa. Komisi Perlindungan Data pada Juni lalu membentuk satuan tugas untuk mengkoordinasikan penyelidikan atas praktik TikTok.

TikTok sendiri mengaku bahwa privasi dan keamanan adalah prioritas utama aplikasi mereka.

"Kami memiliki kebijakan, proses, dan teknologi yang kuat untuk melindungi semua pengguna, dan khususnya pengguna yang lebih muda," jelas TikTok dalam pernyataannya.

Itulah tuntutan gadis 12 asal Inggris yang menuding TikTok telah melakukan pelanggaran data pribadi. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait