Waspada, Ini 5 Ransomware yang paling Banyak Ditemui di Indonesia

Indonesia menjadi sasaran empuk serangan ransomware selama paruh pertama 2020.


Posted: Kamis, 03 September 2020 | 14:00 WIB
Waspada, Ini 5 Ransomware yang paling Banyak Ditemui di Indonesia

Waspada, Ini 5 Ransomware yang paling Banyak Ditemui di Indonesia

hitekno.com - Menjadi negara terbesar nomor dua di Asia Tenggara, Indonesia menjadi sasaran empuk serangan ransomware selama paruh pertama 2020. 

Hal ini diungkap perusahaan keamanan siber, Kapersky dalam konferensi pers online. 

Menurut Territory Channel Manager untuk Indonesia di Kaspersky, Dony Koesmandarin, ada lima jenis ransomware yang paling sering ditemukan di Tanah Air. Kelimanya adalah:

  1. Trojan-Ransom.Win32.Wanna,
  2. Trojan-Ransom.Win32.Stop,
  3. Trojan-Ransom.Win32.Cryakl,
  4. Trojan-Ransom.Win32.GandCrypt,
  5. Trojan-Ransom.Win32.Gen.

Taktik yang digunakan, menurut Dony, masih sangat kuno seperti email phishing, website yang terinfeksi program berbahaya, atau software yang tidak diperbarui.

Ilustrasi keamanan siber. (Pixabay/geralt)
Ilustrasi keamanan siber. (Pixabay/geralt)

"Antisipasinya back up jangan pada tempat yang sama. Data-data penting juga harus di-backup di tempat lain," ujar Dony, "Teknologi yang digunakan ransomware itu tidak sespesifik malware yang canggih, dia sederhana tapi memanfaatkan celah orang itu sendiri."

Data Kaspersky menunjukkan bahwa dari 831.105 percobaan ransomware yang telah diblokir di wilayah Asia Tenggara pada paruh pertama tahun ini, 298.892 di antaranya merupakan upaya terhadap pengguna di Indonesia.

Di posisi pertama terdapat Vietnam dengan 385.316 upaya serangan ransomware pada H1 2020. Kemudian, di urutan ketiga Thailand dengan 85.384 upaya serangan ransomware. Selanjutnya, Malaysia, Filipina dan Singapura, masing-masing berada di urutan keempat, kelima dan keenam.

"Kenapa Indonesia begitu tinggi? Kita bicara tentang awareness, karena ketidaktahuan," ujar Dony.

Menurut Dony sektor yang paling sering disasar ransomware di Indonesia adalah enterprise, disusul oleh konsumen individu, dan UKM.

Menurut Dony, individu menjadi kedua tertinggi karena tidak ada proteksi apa pun. (Suara.com/Liberty Jemadu)

Baca Juga: Terpopuler: Tingkat Polusi Ozon Meningkat dan Kucing Oren Diganggu Ular

×
Zoomed
Berita Terkini

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB

Transformasi digital di Asia jadikan identitas digital sebagai infrastruktur vital. Simak pentingnya sistem akses terint...

internet | 15:23 WIB