Internet

Mainan Tradisional Ini Bikin Nostalgia, Netizen: Wajib Militer Pas Kecil

Popularitas mainan tradisional ini sudah mulai hilang terutama bagi anak-anak di perkotaan.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Mainan tradisional meriam bambu ini bikin netizen nostalgia. (Facebook/ Rakyat +62)
Mainan tradisional meriam bambu ini bikin netizen nostalgia. (Facebook/ Rakyat +62)

Hitekno.com - Semakin banyak serta berkembangnya konsol dan gadget membuat anak-anak zaman now mulai melupakan mainan tradisional. Generasi 90-an, generasi 80-an, hingga generasi jadul di atasnya masih merasakan mainan tradisional seperti meriam bambu.

Akun fanspage Rakyat +62 membagikan sebuah meme dengan caption bertuliskan "Jadi kangen masa lalu".

Meme tersebut memperlihatkan serunya anak-anak ketika bermain perang-perangan.

Terlihat salah seorang bocah yang mencoba menyalakan meriam bambu yang ada di depannya.

Meme tersebut juga memiliki caption bertuliskan "Bukan sembarang permainan, ini wajib militer pas gue masih kecil".

Postingan mengenai meriam bambu atau long bumbung. (Facebook/ Rakyat +62)
Postingan mengenai meriam bambu atau long bumbung. (Facebook/ Rakyat +62)

 

Bagi remaja di pedesaan, meriam bambu masih cukup familiar terutama ketika bulan puasa atau menjelang Idul Fitri.

Namun di daerah perkotaan, sangat jarang anak-anak yang mengenal meriam bambu serta memainkannya.

Mainan tradisional ini sangat menarik karena dapat menghasilkan suara mirip ledakan meriam.

Bahkan suaranya bisa menggantikan petasan besar dan bisa disulut berulang kali asalkan bambu tidak pecah.

Meme meriam bambu. (Facebook/ Rakyat +62)
Meme meriam bambu. (Facebook/ Rakyat +62)

 

Meriam bambu mempunyai beberapa sebutan berbeda di berbagai daerah yaitu mercon bumbung, long bumbung (Yogyakarya, Jawa Tengah, Jawa Timur), badia batuang (Minangkabau), te’t beude trieng (Aceh), bebeledugan (Jawa Barat), bunggo (Sulawesi), dan masih banyak sebutan lainnya.

Seseorang harus melubangi rongga bambu menggunakan linggis agar suara ledakan terdengar sempurna. Pangkal bambu juga harus diberi lubang (sebagai tempat penyulut), kira-kira 10 hingga 15 sentimeter dari bawah.

Meriam bambu harus diisi "bahan bakar" berupa minyak tanah atau karbit.

Anak-anak dan remaja yang menggunakan mainan bambu harus hati-hati karena mereka bisa terkena luka bakar apabila terlalu dekat dengan lubang letusan.

Meme meriam bambu di atas menarik perhatian netizen setelah mendapatkan lebih dari 3.600 Like dan puluhan komentar.

Bikin nostalgia, postingan juga telah dibagikan lebih dari 109 kali.

Banyak netizen yang merasa bernostalgia sehingga memberikan beragam komentar.

"Ini kesukaan anak-anak sebelum mereka mengenal game online," komentar Hendrasaputar.

"Sekecamatan pun bisa dibuat (emoticon tertawa)," tulis Mata Gelap.

"Itu permainan gua waktu malam takbir," kenang Almyra Balqis.

Itulah tadi postingan mengenai mainan tradisional meriam bambu yang bikin netizen bernostalgia, apakah kamu pernah memainkannya?

Berita Terkait