Ditanyai Tugas via WhatsApp Oleh Guru, Muridnya Malah Left Group

Guru tersebut sedih saat mengetahui muridnya left group dari WhatsApp.


Posted: Selasa, 16 Juni 2020 | 19:45 WIB
Ditanyai Tugas via WhatsApp Oleh Guru, Muridnya Malah Left Group

Ditanyai Tugas via WhatsApp Oleh Guru, Muridnya Malah Left Group

hitekno.com - Cerita sedih belum lama ini menimpa seorang guru di Malaysia. Ia tak digubris oleh muridnya di WhatsApp karena memberi tugas secara online karena negara tersebut harus lockdown akibat pandemi. 

Kisah ini terbongkar setelah putri dari guru tersebut membagikan kisah sedih ibunya di media sosial. 

Lewat akun Twitter-nya, putrinya yang bernama Anne @Ms4nne_ itu bercerita tatkala ibunya yang berprofesi sebagai guru tiba-tiba bertanya, mengapa grup Whatsapp yang ia buat bersama murid-murid tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.   

Ia pun kaget dan merasa sedih sekaligus ketika mengetahui grup itu sepi bukan karena telepon pintar milik ibunya rusak, melainkan karena seluruh murid meninggalkan grup atau left group. 

Dikutip dari World of Buzz, Anne pun melampirkan bukti dimana murid-murid ibunya serentak meninggalkan grup dan menyisakan sang guru sendirian di dalam grup tersebut. 

"Ibuku mengirim pesan berisi tugas sekolah kepada murid-muridnya yang tergabung dalam sebuah grup Whatsapp, tetapi murid-murid itu malah meninggalkan grup," kata @MS4nne_ dalam bahasa Melayu. 

Murid left group usai ditanya tugas oleh guru (Twitter).
Murid left group usai ditanya tugas oleh guru (Twitter).

Awalnya, sang ibu hanya bertanya tentang kelanjutan tugas sekolah yang telah ia berikan sebelumnya. Namun, beberapa murid kemudian meninggalkan grup tanpa sepatah kata pun. Akhirnya, hanya tersisa satu orang murid yang ada di dalam grup. 

Namun, saat ia menambahkan tugas pada para siswa tersebut, muris terakhir di grup tersebut juga meninggalkan tanpa kata-kata seperti teman lainnya. 

Insiden ini membuat Anne merasa sangat sedih. Pasalnya, selama masa lockdown di Malaysia, para guru kerap menerima tuduhan menerima gaji buta. Hal ini diakibatkan sekolah-sekolah yang ditutup selama masa lockdown dan pembelajaran dilakukan secara virtual. 

"Aku rasanya ingin menangis waktu ibuku bertanya kenapa murid-muridnya tidak memberikan respon sama sekali. Waktu aku cek, mereka semua ternyata sudah meninggalkan grup," terang Anne.

Baca Juga: Tersangkut di Bebatuan, Semangka Ini Bikin Netizen Terheran-heran

Namun, berkat ceritanya itu, Anne berhasil membuktikan kepada publik bahwa guru-guru di sana juga mengalami masa sulit selama lockdown. Para guru tak mendapatkan gaji buta seperti kabar yang beredar dan dituduhkan kepadanya karena pembelajaran secara online. (Suara.com/Ruhaeni Intan)

×
Zoomed
Berita Terkini

Belajar makin mudah dengan Gauth AI. Bisa buat kerjakan PR hingga belajar intens, zero prompt!...

internet | 16:45 WIB

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB

Local Media Community secara resmi telah menyusun aspirasi sekaligus masukan kepada pemerintah, khususnya kepada Dirjen ...

internet | 11:12 WIB

DTI Series 2026 resmi dibuka di JICC, Senayan, menandai dimulainya rangkaian konferensi dan pameran teknologi digital te...

internet | 18:28 WIB

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB