CEK FAKTA: Benarkah Kiai di Banten Dipaksa Disuntik Ketahanan Virus?

Disebutkan bahwa program rezim untuk pengetesan covid-19 ke para kyai sudah dilakukan.

Agung Pratnyawan

Posted: Selasa, 05 Mei 2020 | 19:50 WIB
Cek Fakta, Konten hoax mengenai seorang kiai yang menolak disuntik di Banten. (Turnbackhoax.id)

Cek Fakta, Konten hoax mengenai seorang kiai yang menolak disuntik di Banten. (Turnbackhoax.id)

Hitekno.com - Beredar video melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp yang mengklaim kiai di Banten yang menolak untuk disuntik dengan dalih ketahanan tubuh dari virus.

Video yang beredar di pesan berantai tersebut disertai dengan sebuah pesan pendek dengan narasi sebagai berikut:

Cepat atau lambat program rezim utk pengetesan covid-19 ke para kyai sudah di lakukan...rezim memaksa para kyai utk di suntik dgn dalih utk ketahanan tubuh dari virus..kyai di banten ini tegas menolak!!..

Dalam videoyang beredar di pesan berantai tersebut terlihat seorang lelaki berpakaian gamis putih tengah berdepat dengan seseorang yang diduga petugas.

Lantas benarkah video tersebut merupakan seorang kiai yang menolak disuntik untuk ketahanan tubuh?

Konten hoax mengenai seorang kyai yang menolak disuntik di Banten. (Turnbackhoax.id)
Konten hoax mengenai seorang kiai yang menolak disuntik di Banten. (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran Turnbackhoax.id --jaringan Suara.com, video tersebut bukan terjadi di Banten, melainkan di Nusa Tenggara Barat.

Pria bergamisputih tersebut merupakan pasien positif covid-19 di NTB yang tengah diupayakan petugas untuk diisoasi usai melakukan salat tarawih di masjid.

Dari laporan Suara.com, video tersebut merupakan sebuah rekaman pasien positif Covid-19 yang merupakan eks jamaah Tabligh Gowa, Sulawesi Selatan, beredar di media sosial. Dia bersikeras tinggal di rumah dan ogah dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi.

Belakangan diketahui berinisial S (57), laki-laki ini merupakan pasien positif Covid-19 nomor 229. Dia berasal dari Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Kenakan Kemeja Merah Berlogo Palu Arit?

S diketahui pernah mengikuti Ijtima Ulama Sedunia di Gowa beberapa pekan yang lalu. Dalam video berdurasi 60 detik tersebut, S berdebat alot dengan beberapa tim Satgas Covid-19 dan petugas lain.

Melansir dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Kamis (30/4/2020), petugas mengenakan alat pelindung diri (APD). Perdebatan terjadi saat petugas membujuk S untuk diisolasi.

Sontak, S yang berpakaian jubah dan berpeci putih tampak berdiri di sebuah gerbang dan menjelaskan sesuatu kepada petugas, bahwa dirinya dalam keadaan sehat.

“Ini tidak ada tanda-tanda orang sakit Pak, tidak bisa kayak gini, ini dirusak nama Islam kalau begini,” ketus S membantah tim Satgas Covid-19 yang terekam dalam video.

Alumni Tabligh Gowa marah-marah saat hendak dibawa petugas.[Instagram/@instalombok_]
Alumni Tabligh Gowa marah-marah saat hendak dibawa petugas.[Instagram/@instalombok_]

Camat Cakranegara, Erwan pun membenarkan peristiwa yang terjadi pada Rabu 29 April 2020 tersebut. S, kata Erwan, awalnya dinyatakan positif Covid-19 sesuai informasi dari Pemprov NTB pada Rabu.

Namun, setelah pemeriksaan swab, S tidak melapor kepada kaling atapun lurah, sehingga tidak ada yang mengetahui bahwa S positif corona dan harus diisolasi.

Petugas kemudian datang ke rumah S, tapi pasien ini tidak berada di kediamannya. S diketahui berada di masjid Lingkungan Karang Kemong sedang melaksanakan shalat tarawih.

Erwan sempat bersitegang dengan S karena pasien ini enggan menuruti perintah dari tim Covid-19. S merasa dirinya tidak terpapar virus corona.

“Sempat bersitegang dengan kami karena dia menganggap sehat tidak ada gejala,” kata Erwan saat dikonfirmasi Terkini.id, Kamis (30/4/2020).

Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya S melunak dan mengikuti arahan dari Satgas Covid-19 untuk diIsolasi di RSUD Mataram.

Kesimpulan

Hasil cekfakta, konten yang beredar di WhatApp mengenai video yang diklaim sebagai pemaksn rezim kepada seorang kiai agar disuntik dengan dalih ketahanan tubuh dari virus adalah hoax. Informasi tersebut masuk dalam karegori false content atau konten yang salah. (Suara.com/ Farah Nabilla).

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Pilih digital marketing agency terbaik 2026: 1. Arfadia (GEO Pioneer), 2. MEA Digital Marketing (Social Commerce), 3. Ca...

internet | 16:40 WIB

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 2324 Desember 2025....

internet | 14:44 WIB

Rencana pemerintah memberlakukan registrasi kartu SIM berbasis teknologi biometrik pengenalan wajah kembali memicu perde...

internet | 19:00 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik pengenalan wajah untuk pelanggan baru mulai 1 Janu...

internet | 16:45 WIB

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB