Internet

Kasus Bunuh Diri Dikaitkan Corona, Kementerian Malaysia Angkat Bicara

Kementerian Malaysia memberikan klarifikasi atas hoaks yang terlanjur beredar di masyarakat.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi orang yang sedang depresi. (Pixabay/ John Hain)
Ilustrasi orang yang sedang depresi. (Pixabay/ John Hain)

Hitekno.com - Beberapa waktu lalu, netizen di Malaysia dihebohkan dengan sebuah kabar mengenai pasien yang diduga terjangkit virus corona Covid-19 melakukan aksi bunuh diri. Kabar tersebut disebarkan oleh beberapa media online setempat sehingga memicu kehebohan tersendiri.

Dalam akun Twitter resminya, Kementerian Kesehatan membantah kabar tersebut dan menjelaskan bahwa kasus bunuh diri tidak ada kaitannya dengan virus corona.

Diumumkan oleh Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, mereka membantah bahwa seorang pasien yang terjangkiti virus corona bunuh diri.

Pengumuman baru ini membantah klaim sebelumnya yang dibuat oleh media yang menyebutkan bahwa seorang pasien pria yang dirawat di Rumah Sakit Serdang, Malaysia untuk isolasi ditemukan meninggal kemarin malam (27 Maret 2020) di toilet bangsal 7D.

Dalam pengumumannya, Kementerian Kesehatan Malaysia memang mengonfirmasi terdapat kasus bunuh diri di rumah sakit, tetapi itu tidak ada kaitannya dengan corona.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengklarifikasi hoaks yang beredar. (Twitter/ KKMPutrajaya)
Kementerian Kesehatan Malaysia mengklarifikasi hoaks yang beredar. (Twitter/ KKMPutrajaya)

 

Pada akun Twitter resmi Kementerian Kesehatan Malaysia (@KKMPutrajaya) mereka menuliskan "Laporan media yang menyatakan bahwa pasien Covid-19 melakukan bunuh diri adalah salah. Namun ada kasus bunuh diri, tetapi itu tidak melibatkan pasien Covid-19"

Dilansir dari World of Buzz, netizen Malaysia mengomentari pengumuman itu dan menyebutkan pihak berwenang harus mengambil tindakan tegas terhadap sumber pertama yang menyebarkan berita palsu tersebut.

"Kementerian komunikasi harus mengambil tindakan tegas terhadap media semacam itu, berita berunsur provokasi bisa meresahkan masyarakat," komentar @shams6969.

"Tindakan itu tidak bisa dibenarkan sama sekali, pihak berwajib harus bertindak tegas," cuit @Z_Qayy.

Ini bukan pertama kalinya Kementerian Kesehatan Malaysia mengklarifikasi hoaks yang terlanjur beredar.

Ilustrasi hoaks atau fake news. (Pixabay/ Gerd Altmann)
Ilustrasi hoaks atau fake news. (Pixabay/ Gerd Altmann)

 

Dikutip dari New Strait Times, pada tanggal 13 Februari 2020 terdapat sebuah media yang berspekulasi bahwa terdapat pasien meninggal karena terindikasi corona.

Dr Noor Hisham mengklarifikasi bahwa kematian pasien pada saat itu bukan karena virus corona.

Dia menjelaskan bahwa pasien yang meninggal pada tanggal 12 Februari di salah satu rumah sakit Penang karena "syok septik dan kegagalan multiorgan"

Hasil lab juga memperkuat pernyataan dokter karena hasil tes pasien tersebut adalah negatif virus corona Covid-19.

Catatan Redaksi:
Hidup sering kali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

Berita Terkait