Internet

CEK FAKTA: Benarkah Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Virus Corona?

Benarkah dengan tahan napas 10 detik bisa mendeteksi gejala virus corona?

Agung Pratnyawan

Ilustrasi Virus Corona COVID-19. (Centers for Disease Control and Prevention)
Ilustrasi Virus Corona COVID-19. (Centers for Disease Control and Prevention)

Hitekno.com - Sempat beredar di media sosial informasi yang mengklaim tahan napas 10 detik bisa jadi tes gejala virus corona COVID-19. Benarkah demikian?

Informasi yang mengklaim di atas, tersebar melalui berbagai pesan berantai dan grup WhatsApp dalam format gambar.

Dalam gambar tersebut menyebut tes virus Corona Covid-19 bisa dilakukan dalam waktu singkat tanpa perlu ke laboratorium.

Pesan gambar tersebut berisikan saran dari dokter di Jepang yang menyebut terlalu lama jika menunggu hasil tes dari laboratorium.

Diklaim dengan tahan napas 10 detik, Anda sudah bisa mengetahui terkena virus Corona Covid-19 atau tidak.

Viral tes virus Corona dengan tahan napas. (Dok. Facebook)
Viral tes virus Corona dengan tahan napas versi bahasa Inggris. (Dok. Facebook)

Berdasarkan gambar tersebut jika kamu bisa menahan napas 10 detik tanpa masalah, tandanya kamu dalam keadaan sehat.

Namun jika dada terasa sakit atau kamu mengalami kecemasan, tandanya ada infeksi di bagian paru-paru.

Dalam pesan tersebut juga dikatakan minum air adalah cara pencegahan utama virus Corona Covid-19. Sebab virus yang menempel di tenggorokan bisa terdorong ke perut dan mati oleh asam lambung jika sering minum.

viral tes virus corona dengan tahan napas. (Dok. Turnbackhoax.id)
viral tes virus corona dengan tahan napas versi bahasa Indonesia. (Dok. Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Dari cek fakta dan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, tertanggal 3 Maret 2020, diketahui bahwa kabar ini tidak benar. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih.

"Iya (tidak benar), tidak ada dasar," kata Faqih.

Turnbackhoax.id mengategorikan pesan ini sebagai fabricated content alias konten palsu.

Hingga saat ini, tes deteksi virus Corona hanya bisa dilakukan dengan dua cara, melalui swab tenggorokan dan tes PCR yang sudah diakreditasi oleh WHO.

Sementara itu laman politifact.com mengatakan pesan ini sudah beredar sejak beberapa pekan lalu di jejaring sosial Facebook. Facebook sudah mengategorikan kabar ini sebagai hoax alias berita palsu.

"Kabar ini sudah beredar luas, namun sayangnya tidak benar. Hingga saat ini tidak ada cara lain untuk mengetes virus Corona Covid-19 selain tes di laboratorium," tutur Richard Watanabe, profesor kesehatan di University of Southern California.

Kesimpulan

Kabar ini palsu dan tidak benar. Menahan napas selama 10 detik tidak menunjukkan kondisi apapun pada paru-paru.

Satu-satunya cara untuk memastikan Anda terinfeksi virus Corona Covid-19 adalah dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium yang terakreditasi WHO.

Itulah hasil cek fakta informasi yang mengklaim tahan napas 10 detik bisa jadi tes gejala virus corona COVID-19 yang ternyata tidak lah benar. (Suara.com/ M. Reza Sulaiman).

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Berita Terkait