Terkait Virus Corona, Kominfo Temukan 54 Hoaks di Indonesia

Hoaks tentang virus Corona sudah beredar di Indonesia sejak Mei 2019.

Dinar Surya Oktarini

Posted: Senin, 03 Februari 2020 | 14:56 WIB
Ilustrasi virus Corona. (YouTube/ Rajya Sabha TV)

Ilustrasi virus Corona. (YouTube/ Rajya Sabha TV)

Hitekno.com - Pada Senin (3/2/2020), Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan menemukan 54 hoaks terkait virus corona di Indonesia, saat kasus infeksi virus mematikan itu sendiri sampai saat ini belum ditemukan di Tanah air. 

Menteri Kominfo, Johnny Plate, mengatakan berdasarkan pantuan mesin pendeteksi hoaks pemerintah, hingga 3 Februari sudah ada 54 hoaks terkait virus Corona di jagat maya Indonesia.

"Salah satu hoaks pertama diketahui pada 29 Mei 2019, yang menyebut, kurma harus dicuci bersih karena mengandung virus corona yang berasal dari kelelawar," kata Plate di Jakarta.

Baca Juga: Diduga Terinfeksi Virus Corona, Pasien Ini Malah Kabur dari Rumah Sakit

Selain itu juga ditemukan hoaks tentang adanya pasien virus Corona di Indonesia hingga upaya diam-diam pemerintah China yang mengkremasi korban virus mematikan tersebut.

Ilustrasi virus corona. (Wikipedia/ Dr. Fred Murphy)
Ilustrasi virus corona. (Wikipedia/ Dr. Fred Murphy)

Menkominfo juga menuturkan, percakapan dan hoaks seputar virus Corona cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir. Maka dari itu, Plate mengajak masyarakat untuk menganalisisi dan menyaring pesan yang diterima, sebelum membagikannya kepada orang lain.

"Jadi, kami akan mengkategorikan (informasi) yang mana hoaks dan disinformasi. Kami juga tidak segan untuk melakukan pemblokiran terhadap konten hoaks atau disinformasi ini," sambung Menkominfo.

Baca Juga: Diduga Pasien Virus Corona, Video Lansia Saling Beri Semangat Ini Viral

Pada kesempatan yang sama, Plate juga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah mengambil beberapa kebijakan terkait penanganan virus korona ini, termasuk memulangkan 285 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, yang merupakan asal wabah virus berbahaya ini.

"Langkah-langkah sudah dilakukan secara terkoordinasi oleh pemerintah. Kami juga memonitor dan berkoordinasi apabila memang ada informasi yang perlu disampaikan ke masyarakat, sehingga informasinya baik dan benar," tutup Plate.(Suara.com/Tivan Rahmat)

Baca Juga: Jess No Limit Unggah Video TikTok, Netizen: Masih Kayak Anak SMA

Berita Terkait
Berita Terkini

Asia Tenggara Menunjukkan Kesadaran Keamanan Email Lebih Tinggi Dibanding Kawasan Berkembang Lainnya...

internet | 13:27 WIB

NVIDIA bekerja sama dengan Komputer Medan menggandeng tiga perguruan tinggi terkemuka di Kota Medan....

internet | 13:58 WIB

Melalui RUPS, Arkadia Digital Media melaporkan peningkatan pendapatan hingga 40 persen selama 2023....

internet | 11:18 WIB

pentingnya memahami tentang bahaya yang mengancam pusat data dan bagaimana penanggulangannya....

internet | 11:34 WIB

Ingin mencoba trading kripto? Berikut adalah 5 opsi crypto wallet yang layak dicoba....

internet | 16:37 WIB