Ramai Fatwa Haram Netflix, MUI: Tidak Benar!

Ketua Dewan Fatwa MUI Prof Dr H Hasanuddin AF, MA merasa nama dan lembaganya dicatut dalam pemberitaan fatwa haram Netflix.

Agung Pratnyawan

Posted: Kamis, 23 Januari 2020 | 19:45 WIB
Ilustrasi Netflix. (Pixabay)

Ilustrasi Netflix. (Pixabay)

Hitekno.com - Netizen di media sosial tengah dihebohkan dengan kabar fatwa haram Majelis Ulama Indonesia  (MUI) pada Netflix. Terkait keramaian ini, pihak MUI memberikan penjelasannya.

Seperti diketahui, media sosial sedang dipanaskan oleh pembahasan layanan video streaming Netflix haram.

MUI membantah pihaknya mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram terhadap layanan video streaming Netflix di Indonesia.

Ketua Dewan Fatwa MUI Prof Dr H Hasanuddin AF, MA, yang dihubungi di Jakarta, Kamis (23/1/2020) mengatakan ia tak pernah mendengar wacana fatwa haram Netflix.

"Saya sendiri enggak tahu itu informasi dari mana, MUI itu siapa orangnya, dan saya sendiri belum tahu apa itu Netflix," beber Hasanuddin.

Padahal dalam siaran pers yang beredar luas di kalangan wartawan, nama Hasanuddin disebut meminta agar pemerintah mengambil sikap tegas terhadap perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

"Tanya narasumber yang memfatwakan haram itu siapa? Tanya orangnya. Katanya ada pernyataan saya di medsos (media sosial) ya? Itu sama sekali enggak benar," tegas Hasanuddin.

Netflix. (unsplash/freestocks)
Netflix. (unsplash/freestocks)

"Beritanya sama narasumber itu, siapa yang memfatwakan Netflix haram? MUI pusat, MUI daerah atau siapa? Kalau saya enggak tahu apa itu Netflix, apalagi siap memfatwakan haram," lanjut Hasanuddin.

Sebelumnya diwartakan bahwa MUI siap mengeluarkan fatwa jika Netflix terbukti memuat konten negatif.

Jika ada konten negatif yang masih tayang Netflix, pemerintah melalui Kominfo seharusnya melakukan tindakan berupa pemblokiran.

Baca Juga: Netflix Tuai Kontroversi, Jokowi Diminta Buat Perpres

Itulah penjelasan MUI terkait kehebohan fatwa haram terhadap Netflix yang membuat heboh netizen di media sosial. (Suara.com/ Tivan Rahmat).

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 2324 Desember 2025....

internet | 14:44 WIB

Rencana pemerintah memberlakukan registrasi kartu SIM berbasis teknologi biometrik pengenalan wajah kembali memicu perde...

internet | 19:00 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik pengenalan wajah untuk pelanggan baru mulai 1 Janu...

internet | 16:45 WIB

Ingin tahu lebih lanjut tentang perangkat pemanas tembakau BONDS by IQOS? Simak informasi ini....

internet | 14:26 WIB

Rencana pemerintah menerapkan registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) m...

internet | 20:00 WIB