Internet

Ketua Paguyuban Ojol Jogja: Pelaku Orderan Fiktif Diduga Barisan Sakit Hati

Order fiktif makin meresahkan driver ojol.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi driver ojol. (suara.com/Muhaimin A Untung)
Ilustrasi driver ojol. (suara.com/Muhaimin A Untung)

Hitekno.com - Bukan Cuma Prank, aksi order fiktif juga banyak terjadi dan makin meresahkan pengemudi ojek online alias driver ojol. Tak terkecuali di wilayah Jogja.

Aksi orderan fiktif yang menimpa belasan driver ojol beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari paguyuban ojol di Jogja.

Kepada SuaraJogja.id, Ketua Umum Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja), Kushandriyanto mengimbau kepada rekan paguyubannya untuk selalu memperhatikan akun yang dicurigai sebagai pemesan fiktif.

Jika terlanjur mendapati pesanan tersebut, driver diarahkan segera melaporkan ke pihak perusahaan.

Kushandriyanto menduga jika pelaku yang kerap melakukan orderan fiktif merupakan mantan driver ojol yang sakit hati karena diputus kontrak kerjasama mitra oleh perusahaan.

"Beberapa pelaku ini memang tidak bisa dipastikan siapa. Tapi kami menduga ada sejumlah oknum yang mungkin mantan driver yang diputus kerjasama mitranya. Sehingga melampiaskan ke driver lain," katanya, Senin (9/12/2019).

Ia mengungkapkan beberapa anggotanya pernah menemui akun pemesan yang sebelumnya digunakan driver yang masih aktif bekerja. Namun ketika diputus kerjasamanya oleh perusahaan, akun yang diduga milik driver aktif ini melakukan orderan fiktif.

Ilustrasi driver ojol. (Suara.com/Muhaimin A Untung)
Ilustrasi driver ojol. (Suara.com/Muhaimin A Untung)

 

"Beberapa akun kami temukan seperti itu (milik mantan driver). Di sisi lain ada beberapa akun yang memang iseng melakukan orderan palsu. Jadi kami cukup dirugikan jika oknum-oknum ini melancarkan aksi tersebut," keluh dia.

Meski tak memastikan secara rinci siapa pelaku order fiktif itu, pihaknya menerangkan jika driver baru biasa menjadi incaran pemesan fiktif ini.

"Order fiktif ini menjadi ramai ketika memasuki waktu pendaftaran driver baru. Nah karena kurang pengalaman (driver baru) mereka mudah tertipu karena tidak waspada," ungkapnya.

Kushandriyanto mengimbau kepada rekan paguyubannya untuk selalu memperhatikan akun yang dicurigai sebagai pemesan fiktif. Jika terlanjur mendapati pesanan tersebut, driver diarahkan segera melaporkan ke pihak perusahaan.

"Memang sulit ketika driver mendapat orderan berupa makanan. Kita tidak bisa memastikan jika orang yang memesan memang ingin memesan atau hanya ingin berulah. Namun langkah yang biasa kami lakukan ketika mendapat orderan fiktif segera dilaporkan ke perusahaan untuk memblokir akun pemesan," terangnya.

Ia juga meminta kepada driver ojol untuk bergabung ke dalam paguyuban atau kelompok driver ojek online yang ada. Hal itu untuk memberi keamanan dan mengetahui informasi, akun mana saja yang kerap melakukan orderan fiktif.

Sebelumnya diberitakan, baru-baru ini belasan driver ojek online di Yogyakarta menjadi korban orderan fiktif tepatnya di Kecamatan Kraton.

Kabar tersebut viral di media sosial usai akun Twitter @merapi_news menggunggah kejadian yang menimpa salah seorang driver. Driver mengaku mengalami kerugian hingga ratusan ribu rupiah.

Itulah tanggapan Ketua Umum Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja), Kushandriyanto pada maraknya order fiktif yang meresahkan driver ojol. (SuaraJogja.id/ Muhammad Ilham Baktora).

Berita Terkait