Internet

Inilah Kisah Haru Pak Bagong, Driver Gojek Pertama di Jogja

Mitra ojek online pertama di Jogja ini membagikan kisahnya yang mengharukan.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi driver ojek online. (HiTekno.com)
Ilustrasi driver ojek online. (HiTekno.com)

Hitekno.com - Layanan ojek online berbasis aplikasi, Gojek telah masuk ke berbagai kota. Salah satunya Jogja yang telah lama diramaikan para driver ojol berjaket hijau ini. Dan inilah Pak Bagong, driver Gojek pertama di Jogja.

Tak hanya menguntungkan perusahaan, sederet manfaat dari layanan ojek online (ojol) juga membawa efek yang signifikan bagi masyarakat.

Efek tersebut terasa bagi konsumen, penjual beraneka macam masakan kuliner dan tentu saja bagi mitra pengendara.

Salah satunya adalah Pak Bagong. Pria paruh baya tersebut membagikan kisah mengharukan semasa ia pertama kali narik ojol.

Bukan hal mudah, pengendara Gojek pertama di Jogja ini mengungkapkan lika-liku kehidupan yang ia alami saat menginjakkan kaki di dunia ojol.

Sebelum menjadi mitra, Pak Bagong sempat menjadi seorang pengamen badut dan juga dalang bahkan saat usianya sudah menginjak 59 tahun.

"Pada saat itu teman saya memberi tahu saya mengenai Gojek. Dari puluhan badut saat itu tidak ada yang tertarik, cuma saya padahal usia saya 59 tahun," ujar Pak Bagong mengawali kisahnya saat gelaran Festival Apresiasi Mitra Gojek yang digelar di Jogja Expo Center (3/8/2019).

Pak Bagong, driver 001 di Gojek Jogja saat peresmian logo, jaket serta helm baru di Jogja Expo Center (3/8/19). (Mobimoto.com/Cesar Uji Tawakal)
Pak Bagong, driver 001 di Gojek Jogja saat peresmian logo, jaket serta helm baru di Jogja Expo Center (3/8/19). (Mobimoto.com/Cesar Uji Tawakal)

 

Tak lagi berada di usia yang muda, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat kesulitan mengoperasikan gadget Android yang menjadi modal untuk mencari pelanggan.

"Saya tidak bisa menggunakan aplikasi waktu itu. Selama pekan pertama saya selalu minta bantuan untuk mengoperasikan smartphone Android. Ternyata dengan smartphone saya belajar banyak. Saya juga menyempatkan diri untuk mempromosikan diri sehingga saya punya banyak pekerjaan sambilan dan pelanggan. Saya juga sempat mewakili Jogja untuk dikirim ke Singapura oleh Gojek," imbuhnya.

Selain menjadi pengendara ojol, Pak Bagong juga membuka sebuah warung mie ayam yang modalnya ia kumpulkan selama menjadi ojol.

Warung tersebut pun ia daftarkan menjadi mitra dan dirinya memperoleh banyak pesanan.

Festival apresiasi mitra Gojek. (Mobimoto.com/Cesar Uji Tawakal)
Festival apresiasi mitra Gojek. (Mobimoto.com/Cesar Uji Tawakal)

 

"Pernah saat itu saya butuh duit untuk membayar sekolah. Kebetulan anak saya kecil-kecil, yang gede sekarang baru mau kuliah. Waktu itu saya sangat butuh uang, kemudian saya mendapat order makanan Pizza. Setelah sampai ke lokasi pelanggan ternyata rumahnya besar. Sang pemilik rumah pun mengajak ngobrol," tutur Pak Bagong diwarnai isak tangis haru.

"Saat itu pesanannya senilai Rp 250 ribu. Sang pelanggan bercerita bahwa tamunya tidak jadi datang sehingga ia memberikan makanan tersebut kepada saya dan juga sebuah amplop. Setelah saya buka ternyata isinya Rp 500 ribu padahal kebutuhan saya hanya Rp 300 ribu," ujarnya sambil menitikkan air mata.

Itulah kisah dari Pak Bagong, driver Gojek pertama di Jogja. (Suara.com/ Cesar Uji Tawakal).

Berita Terkait