Jika Operator Telekomunikasi Merger, Begini Nasib Pelanggan

Jumlah operator telekomunikasi di Indonesia dinilai terlalu banyak dan karenanya perlu dikonsolidasikan hingga tinggal hanya dua atau tiga operator saja.

Agung Pratnyawan HiTekno.com

Posted: Sabtu, 04 Mei 2019 | 09:00 WIB
Jika Operator Telekomunikasi Merger, Begini Nasib Pelanggan

Jika Operator Telekomunikasi Merger, Begini Nasib Pelanggan

hitekno.com - Jika operator telekomunikasi di Indonesia melakukan merger, bagimana nasib pelanggan mereka? Apakah langsung otomatis terkonversikan?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai bahwa jumlah operator telekomunikasi di Indonesia saat ini terlalu banyak, sehingga diperlukan adanya konsolidasi demi memberikan pelayanan yang lebih baik untuk konsumen, sekaligus menyehatkan industri telekomunikasi.

Namun jika konsolidasi dilakukan, merger atau akuisisi tidak bisa dihindari lagi, sehingga jumlah operator seluler nasional yang saat ini ada enam, akan meramping menjadi dua atau tiga operator saja, sesuai dengan arahan Menkominfo Rudiantara.

Lantas, bagaimana dengan nasib konsumen operator telekomunikasi yang hilang karena konsolidasi tersebut?

"Konsumen ini merupakan salah satu item yang akan kita atur dalam aturan tentang konsolidasi. Intinya adalah konsumen jangan sampai dirugikan," kata Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Ismail, dalam seminar Indonesia ology Forum di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Ilustrasi tower jaringan seluler. (Pixabay)
Ilustrasi tower jaringan seluler. (Pixabay)

"Setiap proses merger atau akuisisi yang dilakukan oleh pelaku usaha di sektor ini harus tetap mementingkan konsumen," imbuhnya.

Ismail mengatakan, hak dan kepentingan konsumen yang akan diatur dalam regulasi ini antara lain mencakup nomor telepon yang mereka gunakan agar tidak perlu diganti.

Selain itu, sisa kuota serta deposit pulsa yang telah dibeli konsumen tidak boleh menguap dan hilang begitu saja.

Jika konsolidasi terjadi, operator telekomunikasi juga diharuskan untuk meningkatkan kualitas layanan mereka kepada konsumen, karena dengan melakukan konsolidasi, operator telekomunikasi sudah menghemat biaya operasional cukup banyak.

"Karena dengan mereka melakukan merger atau akuisisi, akan terjadi penghematan misalnya dari sisi tower. Tapi ujungnya reliability dalam sistem dan quality of service dari telco operator itu harus meningkat," sambung Ismail.

Baca Juga: Iklan Operator Seluler Jadul Ini Viral, Ada yang Paham Maksudnya?

Senada dengan Ismail, solusi konsolidasi ini juga didukung oleh pendiri Institute for Competition and Policy Analysis (ICPA) yang juga mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf.

"Pasca akuisisi itu, misalnya dia menjadi perusahaan dominan, kemudian menaikkan harga. Misalnya kalau pun dia dituntut untuk menaikkan revenue, bisa dilakukan dengan strategi yang lain," tutup Syarkawi. (Suara.com/  Tivan Rahmat)

×
Zoomed
Berita Terkini

Bagaimana agar website masuk ke halaman pertama Google?...

internet | 20:00 WIB

DTI Series 2026 resmi dibuka di JICC, Senayan, menandai dimulainya rangkaian konferensi dan pameran teknologi digital te...

internet | 18:28 WIB

Simak bagaimana teknologi AI Dataiku perkuat Palang Merah Singapura dalam respons krisis bencana dan prediksi wabah di A...

internet | 13:44 WIB

Regional Director HID Lee Wei Jin memaparkan pentingnya sistem penerbitan aman untuk membangun kepercayaan digital di te...

internet | 11:34 WIB

Arkadia Digital Media catat kenaikan laba bersih 45,1 persen sepanjang 2025. Simak rahasia efisiensi dan inovasi teknolo...

internet | 19:08 WIB